sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Masyarakat diimbau tidak berkerumun saat malam tahun baru

Satgas Covid-19 juga meminta umat Kristiani merayakan Natal dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 16 Des 2020 17:18 WIB
Masyarakat diimbau tidak berkerumun saat malam tahun baru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengimbau masyarakat tidak menciptakan kerumunan ketika merayakan tahun baru 2021. Hal tersebut untuk meminimalisasi risiko penularan SARS-CoV-2.

"Jadi, tahun baru ini berkumpul di luar dengan banyak orang sangat-sangat tidak kita anjurkan. Jangan ada kumpul-kumpul dulu (walaupun di ruangan terbuka)," ucapnya dalam telekonferensi, Rabu (16/12).  

Dia pun meminta umat Kristiani merayakan Natal dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mempertimbangkan kapasitas ruangan, misalnya, bahkan dianjurkan melaksanakannya secara virtual.

Libur panjang akhir tahun berisiko meningkatkan mobilitas sosial. Perjalanan orang turut mengerek kenaikan kasus baru Covid-19, termasuk meningkatkan keterpakaian tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan.

Siapapun bisa terpapar Covid-19 ketika berada di bandara, terminal, stasiun, hingga tempat istirahat (rest area). Perjalanan orang untuk mengunjungi kerabat juga tergolong berbahaya, apalagi jika menyambangi orang lanjut usia (lansia)–risiko fatalitas besar. 

"Kalaupun ada yang ingin melakukan perjalanan ini, jadilah pelaku perjalanan yang bertanggung jawab karena ini penting sekali, ada efek yang lebih besar bagi kematian orang-orang dekat kita, saudara kita,” ujar Dewi.

Libur panjang pada 22-25 Mei, 20-23 Agustus, dan 28 Oktober-3 November berimbas terhadap naiknya kasus terkonfirmasi dan positivity rate. Saat "tanggal merah" 22-25 Mei,  kasus bertambah 70-90% atau dari 600 kasus per hari menjadi 1.100 per hari.

Kian parah saat libur panjang 20-23 Agustus lantaran banyak yang mengambil cuti. Namun, terjadi anomali pada libur panjang 28 Oktober-3 November karena positivity rate menanjak pada pekan ketiga. 

Sponsored

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengurangan hari libur nasional jelang pergantian tahun lantaran ada cuti bersama Idulfitri dan Natal. Ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19.

"Berkaitan dengan masalah libur, cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama Hari Raya Idulfitri, Bapak Presiden memberi arahan supaya ada pengurangan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Senin (23/11).

Berita Lainnya