sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mendagri: Informasi Pemprov DKI tentang Covid-19, jangan bikin panik

Covid-19 beresiko atau rentan menular kepada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 17 Mar 2020 16:26 WIB
Mendagri: Informasi Pemprov DKI tentang Covid-19, jangan bikin panik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendatangi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/3). Kedatangannya untuk membahas lebih lanjut isu penanganan coronavirus (Covid-19).

Tito menilai Pemprov DKI telah melakukan banyak hal dalam menangani kasus Covid-19. Dirinya pun mengapresiasi Gubernur DKI Anies Baswedan yang sejak awal sigap dan cepat dalam merespons perkembangan coronavirus.

"Kami menyampaikan penghargaan kepada Bapak Gubernur atas langkah-langkah tersebut, bahkan menjadi titik sentral isu," kata Tito dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (17/3).

Tito menuturkan pertemuannya dengan Gubernur DKI Anies Baswedan banyak membahas langkah pencegahan dan penularan Covid-19. Covid-19 beresiko atau rentan menular kepada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

"Misalnya usia lansia. Mereka berisiko tinggi karena memiliki penyakit bawaan, seperti TBC, penyakit organ-organ dalam. Jika ditambah Covid-19 menjadi lebih berisiko (rawan). Itu isu yang kami diskusikan. Bagaimana untuk membendung penularan," kata dia.  

Namun demikian, Tito mengingatkan agar informasi yang disampaikan Pemrov DKI kepada publik tidak membuat kepanikan. Pasalnya dibanding virus lain, Covid-19 memiliki risiko kematian yang rendah.

"Kami tidak ingin membuat publik menjadi panik. Covid-19 ini sebetulnya virus yang fatality rate atau dampak kematiannya relatif rendah dibandingkan virus lain," katanya.

"Banyak kasus menunjukkan yang sembuh dengan sendirinya. Terutama ketika daya tahan tubuh sedang kuat," kata dia.

Sponsored

Menurut Tito, dengan membuat kepanikan justru memunculkan permasalahan baru. Salah satunya seperti panic buying yang akan berdampak buruk terhadap perekonomian di Jakarta. 

Berita Lainnya