sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menkes hingga Sekjen MUI divaksin bersama Jokowi

Pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 mulai hari ini. Vaksin yang digunakan produk Sinovac.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 13 Jan 2021 09:58 WIB
Menkes hingga Sekjen MUI divaksin bersama Jokowi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 hari ini (Rabu, 13/1). Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menjadi orang pertama yang disuntik di Istana Kepresidenan, Jakarta, pukul 10.00 WIB.

Tim dokter Kepresidenan ditunjuk untuk menyuntikkan vaksin kepada Jokowi. Para menteri, hingga perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) disebut bakal mendampingi Jokowi sebagai orang-orang yang divaksin pada tahap pertama.

"Saya siap untuk divaksin,” ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, beberapa saat lalu.

Dia pun meminta masyarakat bersedia divaksin untuk melindungi keluarga dan tetangganya. Dalihnya, program bertujuan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Indonesia, sambungnya, turut berpartisipasi dalam pencapaian herd immunity sebesar 70% dari total populasi umat manusia di dunia.

“Partisipasi teman-teman dan seluruh rakyat Indonesia akan menentukan keberhasilan program. Semoga teman-teman saya, seluruh rakyat Indonesia, memulai dan mendukung program vaksinasi ini untuk membangun Indonesia dan dunia yang bebas dari pandemi Covid-19. Terima kasih,” tutur Budi.

Ketua Pengurus Besar (PB) IDI, Daeng Muhammad Faqih, menambahkan, vaksin Covid-19 dapat mengurangi angka kematian tenaga kesehatan (nakes) yang tergolong tinggi.

“(Nakes) yang meninggal sudah di atas 500 orang di seluruh Indonesia. Jadi, sekali lagi, mari kita laksanakan vaksinasi agar persoalan Covid-19 bisa diselesaikan dengan baik,” ucapnya pada kesempatan sama.

Sponsored

Hadir pula Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan; Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Ishomuddin; Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto; hingga Kapolri, Jenderal Idham Azis; sebagai peserta vaksinasi tahap awal.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, sebelumnya mengatakan, Sekretariat Presiden telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan persiapan pengaturan tata cara vaksinasi dari penyuntikan vaksinasi pertama untuk Jokowi, Selasa (11/1) kemarin.

Untuk para kepala daerah dan pejabat negara yang pernah terinfeksi Covid-19 tidak mendapatkan vaksinasi tahap pertama. “Prioritas vaksin untuk sementara ini adalah orang-orang yang belum pernah terpapar,” ucapnya.

Untuk membentuk kekebalan kelompok, menurutnya, tidak perlu melakukan vaksinasi kepada semua penduduk Indonesia. Karenanya, program diprioritaskan kepada kelompok masyarakat tertentu yang berisiko tinggi.

Herd immunity ini akan tercapai apabila penularannya menurun terus-menerus. Sampai sangat minimal atau tidak sama sekali,” katanya. Efikasi (kemanjuran) vaksin Covid-19 sebesar 65,3% diharapkan bisa menurunkan angka penularan.

Wiku meminta publik tidak mengkhwatirkan efikasi vaksin Covid-19 Sinovac sebesar 65,3%, karena melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika (FDA), dan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA).

Berita Lainnya