sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menlu RI paparkan kinerja perlindungan WNI selama setahun

Kasus eksploitasi kepada ABK WNI yang bekerja di kapal ikan milik China kerap muncul dalam setahun terakhir.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 22 Okt 2020 20:38 WIB
Menlu RI paparkan kinerja perlindungan WNI selama setahun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, memaparkan kinerja perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang dilakukan instansinya selama setahun ini.

"Kami memfasilitasi repatriasi WNI dari 62 negara dengan total 158.446 orang, termasuk anak buah kapal (ABK) dan jemaah tablig dari berbagai belahan dunia," tuturnya saat pengarahan secara daring, Kamis (22/10).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga melaksanakan dua kali evakuasi, yakni dari Wuhan, China dan dari kapal pesiar Diamond Princess yang sempat bersandar di Yokohama, Jepang. Total jumlah WNI yang dievakuasi sebanyak 306 orang.

Di tengah pandemi global, Retno memaparkan, Kemlu dan perwakilan Indonesia di berbagai belahan dunia telah memberikan bantuan logistik sebanyak 531.533 paket kepada WNI yang paling rentan.

"Kami juga melakukan pendampingan dan bantuan bagi 1.654 WNI yang positif terinfeksi Covid-19 yang tersebar di 61 negara/wilayah dan 29 kapal," sambung dia.

Retno menyatakan, terdapat 29 WNI yang dibebaskan dari hukuman mati serta enam WNI yang bebas dari penyanderaan di Filipina selatan dan Gabon.

"Secara total, Kemlu RI berhasil menyelamatkan lebih dari Rp106 miliar hak-hak finansial pekerja migran Indonesia (PMI)," lanjutnya.

Masih terkait perlindungan WNI, Retno mengatakan, kasus eksploitasi kepada ABK yang bekerja di kapal ikan milik China kerap muncul dalam setahun terakhir.

Sponsored

"Isu ini kita tangani dengan sangat serius, termasuk kita sampaikan dalam pertemuan dan komunikasi pada tingat menteri luar negeri," tegas mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu.

Dia menuturkan, pemerintah China berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai isu, melakukan perbaikan sistem, serta memangkas mata rantai rekrutmen ABK.

Berita Lainnya