sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menparekraf: Kesehatan turis asing syarat utama ke Bali

Protokol kesehatan (prokes) harus dilaksanakan secara ketat dan disiplin termasuk proses end to end saat wisatawan datang.

Tiara Kandida Enggarsari
Tiara Kandida Enggarsari Selasa, 19 Okt 2021 08:28 WIB
Menparekraf: Kesehatan turis asing syarat utama ke Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menekankan dengan dibukanya Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali secara resmi untuk perjalanan internasional pada 14 Oktober 2021, kesehatan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi syarat utama untuk datang berwisata ke Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang mutlak untuk diterapkan terutama di masa pandemi Covid-19 yang masih ada saat ini. Untuk itu protokol kesehatan (prokes) harus dilaksanakan secara ketat dan disiplin termasuk proses end to end saat wisatawan datang berwisata ke Indonesia.

“Beberapa persyaratan harus dipenuhi  turis asing untuk berwisata ke Bali untuk menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, terlebih masih ada ancaman gelombang pandemi Covid-19,” ujar Menparekraf yang dikutip dari situs resmi Kemenparekraf, Senin (18/10).

Selain itu, Menparekraf juga menjelaskan bahwa terdapat asuransi kesehatan bagi wisman yang datang ke Bali yakni sebesar Rp1 miliar.

“Nilai tersebut merupakan nilai tanggungan maksimal asuransi bukan nilai premi yang dibayarkan wisman. Pemerintah telah menetapkan dua premi asuransi kesehatan bagi wisman. Yakni, asuransi kesehatan dengan premi Rp800 ribu dan Rp1 juta. Premi ini memiliki nilai tanggungan maksimal Rp1,6-Rp2 miliar dengan masa berlaku 30-60 hari. Jadi apabila wisman tidak memiliki asuransi di negara asal, mereka bisa membeli asuransi saat tiba di Indonesia,” ucapnya.

Hal lain yang juga disampaikan oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini adalah terkait masih sepinya penerbangan regular dari 19 negara di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, menurutnya ini bisa terjadi karena para wisatawan mancanegara memerlukan waktu lebih guna mempersiapkan berbagai dokumen perjalanan.

“Untuk charter flight sudah ada yang berkomunikasi langsung dengan kami dari Rusia dan Ukraina. Lalu terkait life on board (LOB) selama 5 hari, kami telah berkoordinasi dengan asosiasi, wisatawan merasa tidak keberatan untuk itu. Namun saat ini kita sedang terus berkoordinasi untuk lebih memastikannya,” paparnya.

Kemenparekraf sendiri juga turut mempromosikan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara melalui kerja sama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW) di 19 negara. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui own media serta perwakilan Indonesia di negara-negara tersebut. Kemudian untuk proses karantina bagi wisatawan, Kemenparekraf tengah mempersiapkan beberapa hal.

Sponsored

“Terkait hotel karantina yang dapat menerima tamu reguler, hal ini diperbolehkan disertai dengan sejumlah persyaratan. Salah satunya, hotel memiliki sistem pengawasan serta alur yang baik, sehingga wisatawan karantina dan nonkarantina tidak berada di wilayah yang sama. Aktivitas bagi wisatawan yang karantina dan tamu hotel reguler juga harus dipisahkan, hotel terdiri dari beberapa gedung (wings). Tim Kemenparekraf sempat pula melakukan peninjauan hotel karantina terkait kesiapan mereka menyambut wisatawan mancanegara dan pengawasan yang dilakukan selama masa karantina di hotel,” tutur  Sandi.

Berita Lainnya
×
tekid