sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Para tersangka disebut niat bobol Jiwasraya sejak awal

Nilai kerugian negara masih di sekitar Rp17 triliun.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 05 Mar 2020 09:31 WIB
Para tersangka disebut niat bobol Jiwasraya sejak awal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17662
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengklaim, para tersangka telah merencanakan pembobolan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak awal. Asumsi menguat usai sinkronisasi data penghitungan kerugian negara bersa,a Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Selasa (3/3).

"Kita makin mantaplah. Dari alat-alat bukti yang dihimpun penyidik dan teman-teman auditor, makin mengerucut dan kita yakini, bahwa memang Jiwasraya sudah direncanakan untuk dibobol," ucap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Dia menambahkan, "Korps Adhyaksa" segera merilis nilai kerugian negara dalam kasus tersebut. Dipastikan tak jauh berbeda dari taksiran Kejagung. Sekitar RP17 triliun.

Meski begitu, dirinya menyebut, Kejagung belum nilai akhir jumlah aset para tersangka yang telah disita. "Sekitar itulah (Rp17 triliun). Tapi komanya berapa, tunggu teman-teman audit BPK saja," katanya. 

Dalam kasus ini, enam orang ditetapkan sebagai tersangka. Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat; Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro; dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartomo Tirto.

Tiga lainnya, bekas petinggi Jiwasraya. Mantan Direktur Utama, Hendrisman Rahim; eks Direktur Keuangan, Hary Prasetyo; dan bekas Kepala Divisi Investasi, Syahmirwan. Keenamnya ditahan di lokasi berbeda.

Kejagung juga menemukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Benny dan Heru. Namun, belum dijelaskan modus yang dilakukan keduanya.

Tak sekadar itu. Kejagung pun telah menyita beragam aset para tersangka. Macam sertifikat tanah, kendaraan mewah, deposito, dan rekening. Nilainya ditaksir Rp11 triliun. Mayoritas milik Bentjok, nama sapa Benny.

Sponsored

Tim penelusuran aset hingga kini masih menggeledah sejumlah tempat untuk mencari bukti lainnya. Termasuk melacak kekayaan yang diduga disembunyikan tersangka di luar negeri.

Berita Lainnya