close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Panitia memperhatikan lubang tembakan saat lomba menembak Paskhas Cup 2018 di lapangan Elang Timur Kompi Senapan C Batalyon Komando 466 Paskhas Kupang, di Kupang, NTT, Sabtu (13/10)./Antara Foto
icon caption
Panitia memperhatikan lubang tembakan saat lomba menembak Paskhas Cup 2018 di lapangan Elang Timur Kompi Senapan C Batalyon Komando 466 Paskhas Kupang, di Kupang, NTT, Sabtu (13/10)./Antara Foto
Nasional
Jumat, 19 Oktober 2018 07:24

Pelaku "penembakan" Gedung DPR gunakan senjata modifikasi

Pemilik senjata akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
swipe

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan dua pelaku penyebab peluru nyasar di Gedung DPR, menggunakan senjata api (senpi) yang telah dimodifikasi. Keduanya menggunakan pistol Glock yang telah ditambahkan alat, sehingga menjadikannya bekerja secara otomatis.

“Jadi ditambahi alat yang berfungsi menjadi automatic. Kalau menembak biasa, semi automatic, nembak satu balik lagi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, Kamis (18/10).

Setelah dibuat automatic, Setyo menjelaskan, senjata tersebut dapat mengeluarkan tembakan berkali-kali dalam hitungan detik. Menurutnya, orang yang menggunakan senjata automatic pun harus memiliki kesiapan, karena jika tidak peluru akan menyasar ke arah mana pun.

Dalam peraturan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin), senpi yang digunakan adalah senpi semi automatic. Berdasarkan hasil penyidikan tim kepolisian, izin senpi tersebut juga semi automatic.

“Yang jelas dia modifikasi salah, tidak boleh itu. Tidak digunakan di Perbakin full auto,” kata Setyo yang merupakan Ketua Perbakin DKI Jakarta.

Lebih lanjut menurut dia, pemilik senjata yang diketahui merupakan anggota Perbakin Jakarta Utara, akan diperiksa untuk dimintai keterangan terkait senpi tersebut. Jika pemilik terbukti melakukan kesalahan, Setyo menyebut Perbakin dapat mengenakan sanksi organisasi, hingga pemecatan dari daftar anggota.

Pelaku penembakan tersebut, dipastikan bukan anggota Perbakin. Keduanya menggunakan senjata yang dipinjam dari anggota Perbakin berinisal AG.

 

Adapun mengenai jumlah perluru, Setyo mengatakan saksi di lapangan mendengar tiga kali bunyi tembakan. Oleh karena senpi yang digunakan merupakan senpi automatic, pihak kepolisian pun akan terus melakukan pengecekan, untuk memastikan berapa jumlah peluru yang nyasar ke Gedung DPR pada Senin (15/10) lalu itu.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan