sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mahfud MD: Pemerintahan koruptif sebabkan lunturnya nasionalisme

Ketidaksetiaan terhadap NKRI, terjadi karena banyak warga negara potensial yang kesulitan mencari pekerjaan di Indonesia.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 15 Sep 2020 09:21 WIB
Mahfud MD: Pemerintahan koruptif sebabkan lunturnya nasionalisme
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, negara yang sangat koruptif bakal kehilangan warga negara potensialnya. Pasalnya, para pemimpinnya menciptakan iklim pemerintahan koruptif yang memaksa warga negara potensial menggugurkan nasionalismenya.

“Saudara juga harus menjadi generasi yang nantinya turut membangun pemerintahan yang bersih. Karena nasionalisme itu bisa luntur, kalau orang-orang yang memerintah di negara itu, memerintah di bangsa itu, koruptif, mau enaknya sendiri, kesetiaan bisa berpindah,” ujar Mahfud dalam upacara pelantikan mahasiswa baru Universitas Negeri Sebelas Maret yang disiarkan secara daring, Senin (14/9).

Ketidaksetiaan terhadap NKRI, terjadi karena banyak warga negara potensial yang kesulitan mencari pekerjaan di Indonesia. Bahkan, kesulitan memperoleh izin usaha di dalam negeri sendiri.

Di Indonesia, lapangan pekerjaan masih terbelenggu budaya nepotisme yang mengakar kuat.

“Kalau bukan family (keluarga) enggak diterima (kerja). Kalau tidak bayar, enggak diterima. Kalau izin perusahaan harus pakai suap, misalnya,” tutur Mahfud.

Imbasnya, banyak warga negara potensial memilih mencari pekerjaan dan izin usaha di luar negeri. Bahkan, banyak warga negara Indonesia yang potensial malah mengantongi izin usaha di negara tetangga, Singapura.

“Kalau di Singapura membuat izin usaha disana dua jam selesai. Lalu, dia berusaha di Indonesia, tetapi izinnya diterbitkan di Singapura. Artinya apa? nasionalisme luntur karena kepemimpinan, karena yang dikembangkan itu, kepemimpinan yang koruptif,” ucapnya.

Lebih jauh, ia pun mengajak para mahasiswa baru agar menjadi kader bangsa yang antikorupsi. Sehingga, bisa menjadi calon pemimpin yang bersih dan berintegritas. Maka, sebaiknya para mahasiswa baru segera menanamkan rasa nasionalisme yang kuat, agar tidak mudah luntur ke depannya.

Sponsored

Kecintaan seseorang terhadap negara hanya akan muncul jika didukung suasana kepemimpinan. Disisi lain, perasaan ingin membela negaranya juga akan muncul kalau pemerintahannya bisa berjalan kondusif. “Kepemimpinan yang koruptif itu yang mengancam nasionalisme kita,” ujar Mahfud.

Berita Lainnya
×
img