sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Prabowo-Megawati resmikan patung Bung Karno naik kuda

Prabowo menyatakan, pemilihan tanggal peresmian dinilai tepat karena 6 Juni sebagai hari lahir sang proklamator. 

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Minggu, 06 Jun 2021 11:38 WIB
Prabowo-Megawati resmikan patung Bung Karno naik kuda

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno menunggangi kuda di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Minggu (6/6). Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, patung terinspirasi dari momen Bung Karno menjadi inspektur upacara Hari Angkatan Perang pada 5 Oktober 1946 di Yogyakarta.

Menurut Prabowo, pimpinan tentara saat itu meminta Bung Karno menjadi inspektur upacara dengan menaiki kuda sebagaimana tradisi yang berlaku.

"Kita mengetahui sejarah, bahwa pada saat itu Bung Karno jarang naik kuda, tetapi karena beliau sadar peran beliau sebagai Panglima Tertinggi, akhirnya beliau latihan hanya tiga hari dan kemudian bersedia menjadi inspektur upacara di atas kuda," ujar Prabowo dikutip dari Youtube PDI Perjuangan.

"Karena itulah Kemenhan merasa bangga untuk membuat patung di mana Panglima Tertinggi kita pertama di atas kuda," sambungnya.

Prabowo menyatakan, pemilihan tanggal peresmian dinilai tepat karena 6 Juni diketahui sebagai hari lahir sang proklamator. Lebih lanjut, dia mengingatkan, agar semua pihak mempertahankan nilai-nilai yang telah dilahirkan putra sang fajar.

"Semoga cita-cita beliau terwujud, Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri, Indonesia dihormati oleh seluruh bangsa di dunia, dan rakyat Indonesia meraih kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Megawati mengucapkan terima kasih kepada Prabowo atas peresmian patung Bung Karno. Menurutnya, peresmian patung sangat istimewa karena tepat di hari kelahiran Bung Karno yang ke-120 tahun.

"Jadi sungguh, menurut kami keluarga, sangat istimewa," katanya.

Sponsored

Megawati juga menceritakan kisah terkait momen saat Soekarno menjadi inspektur upacara Angkatan Perang. Berdasarkan cerita ibunya, Megawati mengatakan, kala itu bapaknya sangat panik karena memang tidak tahu cara menunggangi kuda.

"Karena sebagai Presiden pada waktu itu, ini menurut cerita ibu saya, maka beliau minta untuk dicarikan kuda yang jinak. Jadi tidak dapat saya bayangkan mendengar cerita ibu saya itu bagaimana seorang Panglima Tertinggi kudanya itu jinak. Tentunya, seharusnya garang, menurut saya," guraunya.

Berita Lainnya