sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id
Live Streaming

Ridwan Kamil ungkap 2 faktor fatalitas pasien Covid-19 di Jabar

Terdapat 536.756 kasus Covid-19 di Jabar hingga 21 Juli 2021, pukul 12.00 WIB. Sebanyak 7.611 pasien di antaranya meninggal dunia.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Kamis, 22 Jul 2021 09:35 WIB
Ridwan Kamil ungkap 2 faktor fatalitas pasien Covid-19 di Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, menyatakan, kasus kematian Covid-19 (fatality rate) di daerahnya dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, memiliki penyakit penyerta (komorbid).

"Mayoritas komorbidnya hipertensi, diabetes, dan jantung," ucapnya, melansir situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. "(Sebesar) 50% laki-laki dan 50% perempuan."

Kedua, vaksinasi. Daerah dengan cakupan imunisasi Covid-19 tinggi bakal memiliki kasus fatalitas rendah, seperti Kota Bandung dan Kota Cirebon.

"Dengan vaksinasi yang maksimal, ternyata tingkat kematiannya juga rendah, di bawah 1%," jelas Emil, sapaannya.

Sementara itu, kasus kematian di Kota Banjar, Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Garut tergolong tinggi mengingat cakupan imunisasinya rendah. "Kami juga akan fokus meningkatkan vaksinasi di daerah itu."

Karenanya, Pemprov Jabar meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah jumlah suplai obat-obatan untuk membantu perawatan pasien Covid-19, terutama yang memiliki komorbid.

"Mohon dibantu oleh Kemenkes treatment atau obat-obatannya untuk tiga penyakit itu," pinta bekas Wali Kota Bandung ini.

Emil pun mengapresiasi rencana Kemenkes mengirim jutaan dosis vaksin ke Jabar pada Agustus. "Itu akan meng-cover daerah yang rendah vaksinasinya," tandasnya.

Sponsored

Berdasarkan data Kemenkes, terdapat 536.756 kasus Covid-19 di Jabar hingga 21 Juli, pukul 12.00 WIB. Sebanyak 7.611 di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Pemprov Jabar mencatat, kasus harian fatalitas tertinggi di "Bumi Pasundan" terjadi pada 11 Juli 2021 dengan 269 jiwa.

Berita Lainnya