sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Rumah dua pimpinan KPK diteror bom, polisi turunkan Densus 88

Polisi masih melakukan pemeriksaan di kediaman pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode Syarif.

Ayu mumpuni Soraya Novika
Ayu mumpuni | Soraya Novika Rabu, 09 Jan 2019 12:44 WIB
Rumah dua pimpinan KPK diteror bom, polisi turunkan Densus 88

Kediaman pribadi dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi sasaran teror pada Rabu (9/1) dini hari. Sebuah benda diduga bom molotov, ditemukan di rumah Ketua KPK  Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK, Laode Syarif. 

Di rumah Laode, benda diduga bom molotov meledak tepat di balkon lantai dua rumah bercat warna krem, yang berada di Jalan Kalibata Selatan nomor 42 RT 01/03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Seorang tetangga yang rumahnya tepat di seberang rumah Laode, mengaku sempat mendengar suara ledakan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. "Seperti suara pecahan barang agak keras," ujar Suwarni, Rabu (9/1).

Meski demikian, saksi yang berprofesi sebagai pedagang kue, enggan keluar rumah untuk melihat sumber suara yang didengarnya.

Setelah berlalu waktu subuh, sekitar pukul 05.30 WIB, sopir pribadi Laode bernama Bambang, tiba di kediaman Laode. Dia menemukan botol berisi bensin dengan sumbu, di teras rumah Laode.

"Benar ada botol minyak tanah masih lengkap dengan sumbunya, namun api sudah mati," ungkap Bambang.

Saat dihubungi, baik via telepon maupun pesan WhatsApp, Laode belum memberi respons.

Libatkan Densus 88

Sponsored

Di rumah Agus Rahardjo, yang berada di Perum Graha Indah, Blok A9/15 RT 04/14 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ditemukan tas hitam berisi benda diduga bom rakitan. 

Mabes Polri membenarkan adanya penemuan tersebut. Kepala Biro Penerangan masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan tim Polda Metro Jaya telah membentuk tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Bahkan menurut Dedi, tim Densus 88 Antiteror turut terlibat dalam pengecekan tersebut.

"Saat ini tim Polda Metro Jaya telah membentuk tim dan diback up oleh Densus 88, akan cepat mengungkap peristiwa yang menimpa kediaman pak Agus dan pak Laode," ujarnya di Humas Mabes Polri, Rabu (9/1).

Dedi mengatakan, sejumlah alat bukti telah diamankan dan olah TKP tengah dilakukan oleh tim gabungan. 

"Saat ini sedang dilakukan olah TKP oleh tim Inavis Labfor. Beberapa barang bukti yang ditemukan berupa pecahan botol dan bekas asap atau api," katanya menjelaskan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal menambahkan, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV. Ia pun meminta agar masyarakat memberikan waktu kepada Polri, untuk melakukan pengecekan hingga tuntas.

"Termasuk riksa (pemeriksaan) saksi dan CCTV. Kapolda Metro dan beberapa pejabat sudah di lokasi," tuturnya.

Iqbal mengatakan, saksi di lokasi menyebutkan adanya suara terdengar di lokasi kediaman Laode. Sementara itu, saksi di rumah Agus Rahardjo menyatakan tak ada bunyi yang terdengar.

Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan kerusakan apapun. Polri mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan peristiwa ini kepada Polri.