sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sandiaga Uno bahas lumbung pangan nasional bersama Prabowo

Prabowo, kata Sandi, mendorong sisi produksi yang selama ini tersendat karena begitu banyak tantangan harus dihadapi. 

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 14 Jul 2020 13:10 WIB
Sandiaga Uno bahas lumbung pangan nasional bersama Prabowo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Mantan Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Sandiaga Uno,  melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Senin (13/7). Dalam pertemuan itu, membahas kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tidak sehat dan ketahanan pangan nasional.

"Ini merupakan suatu tantangan, untuk mendirikan kekuatan dan ketahanan pangan yang sudah menjadi cita-cita Prabowo sejak lama. Saya mengucapkan, selamat karena pemikiran lumbung pangan nasional memang kami cetuskan pada 2018-2019," kata Sandiaga Uno, dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (14/7).

Dia mengaku, diminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, turut menjelaskan kepada semua pihak agar bahu-membahu membangun ketahanan pangan. 

Prabowo, kata dia, mendorong sisi produksi yang selama ini tersendat karena begitu banyak tantangan perlu dihadapi. "Jika, kita bersatu padu dengan bekerjasama, beliau dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengeksekusi program mencetak lahan produksi baru yang akan meningkatkan produksi pangan," bebernya.

Lebih jauh, dia menyampaikan, gagasan produksi pangan terkait penggunaan aplikasi teknologi, bigdata, hingga dorongan untuk para petani millenial. 

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu berharap, ketahanan pangan bisa tercipta pula di level keluarga. "Saya berharap, bisa mengembangkan amanatnya, sesuai dengan pasionnya bisa melakukan reorientasi pembangunan lumbung pangan nasional," tutur Sandiaga.

Di sisi lain, terkait kondisi ekonomi masyarakat yang terpuruk. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Bahkan, kata dia, pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sektor formal dan informal telah mencapai lebih dari 15 juta.

"Secara menyeluruh dirasakan penurunan signifikan dari penghasilan masyarakat. Karena dipicu mata pencaharian dan melemahnya sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)," ujar Sandiaga.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img