sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sindiran Gerindra supaya Jokowi berkantor di Papua

Jokowi dinilai perlu memboyong kabinetnya ke Papua demi meredakan ketegangan di Bumi Cendrawasih.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 30 Agst 2019 21:31 WIB
Sindiran Gerindra supaya Jokowi berkantor di Papua

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria setuju dengan wacana supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di Papua. Menurut dia, Jokowi perlu memboyong kabinetnya ke Papua demi meredakan ketegangan di Bumi Cendrawasih. 

"Saya kira itu sesuatu yang baik. Apalagi, Pak Jokowi menang mutlak di situ. (Sebanyak) 90% lebih (memilih Jokowi-Ma'ruf). Sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat Papua, khususnya dengan menang banyak, saya kira kan harus dekat," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/8). 

Supaya bisa mengetahui keinginan rakyat Papua, menurut Riza, tepat jika Jokowi berkantor di sana. "Kenapa masyarakat di sana begitu kecewa? Apa masalahnya dan bagaimana mengatasinya? Saya kira sesuatu yang baik. Kami sarankan Presiden untuk segera ke Papua. Kalau bisa berkantor di Papua dalam beberapa hari ini juga baik," tuturnya. 
 
Usul supaya Jokowi berkantor di Papua sebelumnya diutarakan anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade via akun Twitternya, @andre_rosiade. 

"Saya usulkan Pak @jokowi dan jajaran kabinetnya segera berkantor di Papua. Sebagai pemenang lebih dari 90% Pilpres 2019 di Papua tentu bisa menyejukan suasana di Papua. Apalagi kalau bapak blusukan naik motor bersama Ibu Iriana. Selain itu sekalian latihan, kan katanya mau pindah ibu kota," cuit Andre.

Sponsored

Kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Papua sebelumnya sempat disinggung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat merespons wacana referendum di tanah Papua yang diembuskan para pengunjuk rasa di depan Istana Negara, belum lama ini. 

Ia mengatakan, tuntutan referendum bertolak belakang dengan hasil Pilpres 2019. "Presiden Jokowi waktu pemilu yang lalu itu hasil pemilihan umum di sana kan 90% lebih memilih Pak Jokowi. Artinya apa? (Rakyat Papua) setuju dengan pemerintahan Pak Jokowi untuk terus 5 tahun ke depan," kata dia.