sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Warga soal minimnya bantuan Covid-19: Sudah biasa politikus lupa jasa rakyat

"Jangan pas kampanye saja datengin masyarakat. Bagiin masker dan hand sanitizer. Itu yang kami butuhkan saat ini."

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 23 Mar 2020 14:47 WIB
Warga soal minimnya bantuan Covid-19: Sudah biasa politikus lupa jasa rakyat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Masyarakat mempertanyakan kepedulian para politikus dan partai politik terhadap penyebaran coronavirus di Tanah Air. Pertanyaan itu muncul di saat sejumlah elemen masyarakat telah memberikan bantuan dalam penanganan Covid-19.

Rahmat Febriansyah, warga Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengatakan seharusnya politikus dan partai politik membantu masyarakat menghadapi penyebaran coronavirus. Dia menyayangkan kepedulian elite politik nasional pada masyarakat hanya terjadi di masa kampanye.

"Mestinya bukan hanya saat pilkada atau pileg action-nya, tapi di saat genting. Bisa terlihat siapa yang mendampingi rakyat. Ini sekaligus jadi ajang pembuktian, apakah mereka aware dan sadar akan nasib masyarakatnya atau tidak," kata Rahmat kepada jurnalis Alinea.id di Jakarta, Minggu (22/3).

Menurutnya, pandemi Covid-19 tak hanya membuat masyarakat mengkhawatirkan kondisi kesehatan. Apa yang terjadi saat ini juga telah memukul kondisi perekonomian masyarakat.

Rahmat menceritakan ketersediaan masker dan hand sanitizer di sekitar tempat tinggalnya yang sulit didapatkan. Kalaupun ada, dua komoditas tersebut dijual dengan harga yang disebutnya tak masuk akal.

Lelaki 30 tahun ini berpendapat, elite politik di Tanah Air seharusnya mendatangi masyarakat dan membantu mereka menghadapi kondisi sulit saat ini. Jika di masa kampanye para politisi dan parpol membagikan sembako, tak sepatutnya mereka berdiam diri saat masyarakat kesulitan menghadapi virus corona. 

"Wajib. Jangan pas kampanye saja datengin masyarakat. Bagiin masker dan hand sanitizer. Itu yang kami butuhkan saat ini," kata Rahmat.

Ditemui terpisah, Wahyu Hidayat mengeluhkan hal serupa. Warga Ciputat, Tangerang Selatan, berusia 29 ini mengaku kesulitan mendapatkan masker dan hand sanitizer yang harganya sudah melonjak tinggi. Beberapa warung yang dia datangi di seputaran kampus UIN Jakarta, bahkan sudah tak lagi menjual dua barang tersebut karena dibeli warga.

Sponsored

Meski mengamini kesulitan yang terjadi saat ini, Wahyu mengaku tak berharap pada elite partai politik. Menurutnya, berharap pada partai atau politisi di tengah wabah Covid-19 ini merupakan hal yang sia-sia.

"Ini kan sudah biasa, melihat kelakuan politisi yang lupa atas jasa rakyat terhadap konstituennya," kata Wahyu kepada reporter Alinea.id.

Menurutnya, seharusnya elite parpol memiliki kesadaran dan kepekaan tinggi. Tak hanya datang saat membutuhkan suara rakyat, tapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan.

"Kalau ada politisi yang datang di saat masyarakat membutuhkan, itu yang enggak akan dilupain sama masyarakat. Kepedulian jangka panjang," kata dia. 

Menurut Wahyu, partai atau politikus yang akan memberikan bantuan dapat mencantumkan identitas mereka. Dia tak mempersoalkan hal itu karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bantuan untuk keluar dari kesulitan karena pandemi coronavirus. 

Namun dia mengingatkan agar pembagian bantuan diberikan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti sosial distancing atau dengan menjaga jarak aman. 

"Hand sanitizer atau masker ada gambar parpolnya tidak masalah. Itu hak mereka. Yang penting mereka turun dan ada di saat dibutuhkan," kata Wahyu.

Berita Lainnya