sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani ditantang ungkap transaksi mencurigakan Rp300 T di Kemenkeu

Yan menilai "bau amis" di Kemenkeu semakin menyengat setelah mengusut harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 09 Mar 2023 19:03 WIB
Sri Mulyani ditantang ungkap transaksi mencurigakan Rp300 T di Kemenkeu

Politikus Partai Demokrat Yan Harahap mendesak Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkap dugaan adanya pergerakan uang mencurigakan yang disinyalir mencapai Rp300 triliun.

Hal tersebut disampaikan Yan merespons pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD terkait pergerakan uang di Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai itu mencapai Rp300 triliun.

Yan menilai "bau amis" di Kemenkeu semakin menyengat setelah mengusut harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo.

"Ini benar-benar mega skandal keuangan di Republik ini. Harus diusut tuntas," ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/3).

"Apalagi Pak Mahfud sebut di media bahwa beliau punya datanya tertulis. Bahkan, mayoritas transaksi janggal tersebut diinformasikan berada di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu. Dua Direktorat yang sering menjadi sorotan publik," imbuhnya.

Sejatinya, menurut Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat itu, persoalan ini adalah ujian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Untuk itu, Yan berharap Sri Mulyani mampu membongkar skandal di kementeriannya.

"Ini semacam ujian untuk Menkeu Sri Mulyani untuk transparan ambil bagian dalam mengungkap skandal keuangan di Kementeriannya ini. Jika tak mampu mengungkap skandal ini, ia layak mundur," kata Yan.

Sebelumnya, Mahfud Md menyebut, transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun di Kemenkeu terjadi sejak 2009. Meski saat itu sudah dilaporkan, tapi tidak ada kemajuan.

Sponsored

"Itu tahun 2009 sampai 2023, ada 160 laporan lebih. Taruhlah 168 sejak itu. Itu tidak ada kemajuan informasi. Sesudah diakumulasikan, semua melibatkan 460 orang lebih ke kementerian itu yang akumulasi terhadap transaksi yang mencurigakan itu bergerak di sekitar Rp300 triliun," ujar Mahfud, Kamis (9/3).

Menurut Mahfud, sejak 2009, tidak ada ada kelanjutan informasi terhadap laporan transaksi mencurigakan tersebut. Namun, kata Mahfud, kadang respons itu muncul sesudah menjadi kasus, seperti kasus Rafael Alun Trisambodo, yang baru terungkap buntut kasus penganiayaan putranya, Mario Dandy, terhadap David

"Rafael itu jadi kasus, lalu dibuka, lho ini sudah dilaporkan dulu kok didiemin, baru sekarang bisa. Dulu Angin Prayitno, sama, ndak ada yang tahu sampai ratusan miliar, diungkap KPK baru dibuka," tandas Mahfud.

Berita Lainnya
×
tekid