sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei: 77,2% warga bergaji 2 hingga 4 juta terpukul Covid-19

Masyarakat kelas menengah ke bawah paling terdampak Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Minggu, 18 Okt 2020 17:31 WIB
Survei: 77,2% warga bergaji 2 hingga 4 juta terpukul Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan, masyarakat kelas menengah ke bawah paling terdampak Covid-19. Dari segi gender, temuan survei itu menyebut sebesar 70,7% laki-laki cenderung menyatakan pendapatannya turun dibandingkan perempuan atau 62,5%.

Dari segi pendidikan, responden lulusan Sekolah Dasar (SD) mengaku pendapatan turun sebesar 72,4%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 76,2%, Sekolah Menengah Atas (SMA) 66,9%, dan S1 hingga S3 sebesar 36%.

Sedangkan dari segi pendapatan, warga berpenghasilan di bawah dua juta mengaku kondisi ekonominya memburuk sebanyak 77,2%, berpendapatan dua hingga empat juta 77,2%, dan di atas empat juta 32%.

“Jadi, kita perlu memberikan empati kepada mereka (masyarakat kelas menengah ke bawah). Karena merekalah masyarakat paling terpukul. Misalnya, ojek online maupun ojek konvensional, atau siapapun itu betul-betul tiada pilihan,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers virtual bertajuk ‘Mitigasi Dampak Covid-19; Tarik Menarik Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan’, Minggu (18/10).

Sayangnya, sambung Burhan, mitigasi ekonomi pemerintah dengan menyalurkan bantuan sosial, masih banyak ditemukan tidak tepat sasaran.

“Kami punya survei terkait bansos yang nanti akan dipublikasikan, masih cukup lumayan warga yang seharusnya tidak terima bansos tetapi masih terima, di tengah kondisi warga menengah ke bawah yang justru semestinya paling terpukul secara ekonomi,” tutur Burhanuddin.

Temuan Survei lainnya adalah dari sisi kesulitan hidup terberat, yakni terletak pada pemenuhan kebutuhan makan sehari-hari sebesar 55,5%, biaya sekolah 12,3%, kuota online untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 11,5%, cicilan rumah 2,9%, dan kehilangan pekerjaan 10,5%.

“Saya terus terang ketika mendapatkan data ini cukup terenyuh, karena lebih dari separuh warga yang mengatakan kondisi ekonominya turun. Jangankan soal internet, untuk anak-anak mereka sekolah online, untuk makan saja susah,” ucapnya.

Sponsored

Dari sisi persepsi kondisi ekonomi memburuk, temuan survei Indikator menyebut etnis Betawi dan wilayah DKI Jakarta yang paling terpuruk. Pun berbagai etnis dan wilayah lain yang dinilai terpuruk cukup tinggi atau di atas 50%.

Indokator, jelas Burhanuddin, juga menemukan adanya kecenderungan penurunan pendapatan pascapandemi merebak di Indonesia. Kemudian, naik tajam pada bulan Mei (86,1%) dan menurun bertahap pada Juli (75,7%) hingga September (66,6%).

Untuk diketahui, Survei Indikator ini tidak dilakukan secara tatap muka. Proses pengambilan sampel dilakukan secara acak dan menggunakan database survei dua tahun sebelumnya. Survei ini berlangsung pada 24-30 September 2020.

Dari 5.614 responden, hanya 1.200 responden yang bersedia diwawancarai. Estimasi margin of error atau toleransi kesalahan kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Berita Lainnya