sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Target 1,6 juta nakes vaksin Covid-19 diyakini tak terwujud

Pemerintah terlalu banyak menerapkan syarat bagi calon-calon penerima vaksin Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 26 Jan 2021 19:57 WIB
Target 1,6 juta nakes vaksin Covid-19 diyakini tak terwujud
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif, mengkritisi sikap pemerintah yang tidak menyertakan lansia, terutama berusia 60 tahun ke atas, sebagai sasaran program vaksinasi Covid-19. Padahal, Brasil dan Turki menyertakan kelompok tersebut dengan menggunakan CoronaVac, vaksin produksi Sinovac Biotech Ltd.

Pemerintah justru berencana memberikan vaksin buatan Oxford-AstraZeneca dan Pfizer/BioNTech. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdalih, CoronaVac tidak aman untuk lansia kecuali usia 18-59 tahun.

"Tentu saja kebijakan pemerintah Indonesia ini menjadi janggal dengan tetap memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 Sinovac untuk tenaga kesehatan usia 18-59 tahun," ucapnya melalui keterangan tertulis, Selasa (26/1).

Indonesia, Brasil, dan Turki melaksanakan uji klinis fase akhir CoronaVac. Ketiganya pun telah memulai program vaksinasi dan menggunakan produk Sinovac, perusahaan biofarmasi yang berbasis di China.

Di Brasil, program vaksinasi menggunakan CoronaVac mengikutsertakan Fransisca Alves Xavier, wanita berusia 102 tahun. Sedangkan di Turki, suntikan dosis pertama diberikan kepada Menteri Kesehatan dan Presiden Erdogan yang berusia 66 tahun.

Ketatnya seleksi penerima vaksin Sinovac, menurutnya, bertentangan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tentang kontraindikasi imunisasi.

"WHO dan CDC memberikan arahan kontraindikasi vaksin mencakup ibu hamil, orang pasca terinfeksi Covid-19, alergi terhadap bahan vaksin, dan mereka yang mempunya penyakit terkait imunitas atau yang sedang dalam kondisi sakit berat," tutur Syahrizal.

Karenanya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesehatan ini berkeyakinan, target pemberian vaksin terhadap 1,6 juta tenaga kesehatan (nakes) akan terkendala. Apalagi, penderita hipertensi dan diabetes tergolong kelompok yang tidak diizinkan mengikuti imunisasi.

Sponsored

Merujuk Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penduduk di atas 18 tahun yang hipertensi mencapai 34,1%. Adapun penderita diabetes 8,5%.

"Semoga (fakta ini) menjadi perhatian Kemenkes dalam strategi pemberian vaksinasi di Indonesia," tutupnya.

Berita Lainnya