sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Teror berlanjut, KKB bakar gedung sekolah

Selain membunuh seorang guru, KKB juga menyasar fasilitas pendidikan dengan membakar gedung SD Jambul, serta SMP dan SMA 1 Beoga.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 10 Apr 2021 10:49 WIB
Teror berlanjut, KKB bakar gedung sekolah

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Kamis (8/4) dilaporkan telah menewaskan seorang tenaga pendidik atau guru bernama Oktovianus Royo (43) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Selain menewaskan seorang guru, KKB juga menyasar fasilitas pendidikan dengan membakar gedung SD Jambul, serta SMP dan SMA 1 Beoga.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Alinea.id pada Sabtu (10/4), pembakaran gedung sekolah tersebut terjadi pada pukul 18.15 WIT, atau kurang lebih sembilan jam setelah KKB pimpinan Sabinus Waker menembak mati Oktovianus.

Oktovianus dibunuh saat berada di kios miliknya pada 09.30 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui pihaknya setelah warga datang melapor ke Polsek Beoga, dan saat tiba di TKP gedung sekolah yang dibakar.

"(Kami) mendapat laporan, anggota kami ke sana dan setiba di TKP bangunan SD, SMP, dan SMA serta rumah guru yang berada dalam satu kompleks sudah terbakar," kata Kamal pada Jumat (9/4).

Lebih lanjut, Kamal menyatakan bahwa menurut pihak berwenang, pelaku pembakaran sekolah tersebut merupakan KKB.

Akibat aksi KKB, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait mengaku telah memerintahkan dinas pendidikan di Kabupaten Puncak untuk segera mengevakuasi para guru yang bertugas di distrik Beoga menuju Timika.

Sponsored

"Laporan yang saya terima itu paginya mereka datang ke rumah salah satu guru saya yang sedang jaga kios, mereka masuk dan langsung tembak. Setelah itu mereka menuju SMP dan SMA negeri 1 Beoga dan merusak bangunan sekolah satu atap tersebut," ungkap Christian. 

Dia menjelaskan, sudah memerintahkan agar para guru segera berkumpul di satu tempat yang aman.

"Begitu ada penerbangan langsung dievakuasi ke timika. Ini demi keamanan mereka," pungkasnya.

Berita Lainnya