sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tito: Tak ada negara yang betul-betul siap hadapi Covid-19

Dampak Covid-19 bisa mengarah pada krisis multidimensi

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 19 Mei 2020 20:35 WIB
Tito: Tak ada negara yang betul-betul siap hadapi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan agar seluruh elemen bangsa tidak saling menyalahkan dalam memerangi dan menghadapi pandemi Covid-19.

Semua pihak, sambung Tito, baik itu pemerintah pusat dan daerah mesti saling belajar dari pengalaman negara lain, apa kelebihan yang bisa diambil dan kekurangan yang bisa dipelajari.

"Ada dua hal yang ingin saya sampaikan, tekankan, dalam konteks saya menyampaikan pandemi terluas di dunia dan wabah terluas di Indonesia. Artinya apa? Ini barang baru, sesuatu yang baru bagi dunia, maka tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi ini," kata Mendagri Tito Karnavian, di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut Tito, semua negara yang terjangkit Covid-19 saling belajar, bahkan negara yang paling jago pun seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman atau Prancis juga jadi korban.

Bahkan, jelas dia, korban yang terjangkit wabah dan yang meninggal di negara-negara tersebut jauh lebih banyak daripada di Indonesia.

"Belajar satu sama lain dari keberhasilan dan juga dari kegagalan, karena semua mencari format. Dan yang kedua, karena ini wabah terluas dalam sejarah Indonesia modern semenjak 1945, semua provinsi saling belajar satu sama lain," bebernya.

Mantan Kapolri ini mengingatkan, krisis kesehatan akibat Covid-19 itu bisa mengarah kepada krisis multidimensi, bisa menjadi krisis kemanusiaan karena banyak yang meninggal, dan juga berdampak pada krisis keuangan.

"Kita tahu karena pembatasan-pembatasan yang terjadi, hotel-hotel, pariwisata, pabrik-pabrik tutup. Semua kegiatan melamban, memberikan pukulan ke semua negara, pertumbuhan ekonomi semua jatuh, bahkan sudah ada yang minus, kita masih dua koma sekian per hari ini," urainya.

Sponsored

Sektor keuangan pun, lanjut Tito, mengalami pukulan berat karena pendapatan negara berkurang drastis. Pendapatan lebih kecil sementara belanja besar, akibatnya defisit tak bisa dihindari.

"Karena itu perlu kekompakan, saling bekerja sama dalam menangani pandemi Covid-19, sehingga Indonesia bisa kembali pulih dan sektor-sektor lainnya ikut membaik," pungkasnya. (Ant)

Berita Lainnya