logo alinea.id logo alinea.id

Wiranto sebut pelaksanaan mudik berjalan aman dan lancar

Menteri Kemenko Polhukam Wiranto mengatakan, berdasarkan laporan jajarannya di posko-posko mudik lebaran, keamanan terjaga.

Cantika Adinda Putri Noveria Eka Setiyaningsih
Cantika Adinda Putri Noveria | Eka Setiyaningsih Senin, 10 Jun 2019 19:35 WIB
Wiranto sebut pelaksanaan mudik berjalan aman dan lancar

Pemerintah mengklaim pelaksanaan mudik lebaran terpantau aman dan lancar jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kecelakaan lalu lintas juga berkurang 50%.

Menteri Kemenko Polhukam Wiranto mengatakan, berdasarkan laporan jajarannya di posko-posko mudik lebaran, keamanan terjaga. Begitu pun juga saat pelaksanaan salat Id.

"Mudik lebaran yang dilaksanakan tahun ini relatif lebih aman dan lancar ketimbang tahun lalu," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (10/6).

Selain itu, terjadi penurunan angka korban jiwa pada mudik lebaran tahun ini. Jika tahun lalu kecelakaan lalu lintas selama mudik dan arus balik lebaran berjumlah 1.491 kecelakaan. Tahun ini menyusut menjadi 529 kecelakaan. Korban kecelakaan yang meninggal tahun lalu tercatat 331 jiwa, dan tahun ini, menjadi 132 jiwa. Alias turun lebih dari 50%.

"Walaupun tinggal 132 jiwa. Tapi kan masih ada korban meninggal, itu kan manusia juga. Kami juga sedih," ujar Wiranto.

Sementara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mengadakan program mudik gratis pada 2020. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengatakan, pertimbangan tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi mudik gratis yang diselenggarakan tahun ini.

"Nanti ke depannya kami lihat seperti apa, mudik gratis ini kan baru pertama kali kami laksanakan," kata Anies saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Senin (10/6).

Sponsored

Ada beberapa persoalan yang nantinya akan dibahas dalam evaluasi tersebut, seperti jumlah kapasitas, rute perjalanan, dan rekan kerja atau partner. 

Sebagai informasi, untuk mudik gratis tahun ini, Pemprov DKI menggelontorkan dana Rp14 miliar dari APBD. Biaya tersebut digunakan untuk menyewa 62 truk pengangkut motor dan 594 armada bus. Kedua jenis angkutan tersebut dimanfaatkan untuk keberangkatan mudik dan juga saat kembali ke Jakarta.

Anies menilai, penyewaan bus ini tidak akan mengganggu jasa bus pada umumnya. "Kalau mengobrol dengan pemilik bus, mereka justru senang karena ada kepastian jumlah penumpang," kata Anies. Selajn itu, bus tesebut tidak perlu datang ke setiap terminal untuk menjemput para penumpang.

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB