logo alinea.id logo alinea.id

Ihwal Arief Poyuono usir Demokrat, Gerindra minta maaf

Sebelumnya, Arief Poyuono menyebut sikap Partai Demokrat bak 'undur-undur.'

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Senin, 13 Mei 2019 19:33 WIB
Ihwal Arief Poyuono usir Demokrat, Gerindra minta maaf

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyampaikan permintaan maaf kepada Partai Demokrat atas pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono. Menurut Riza, pernyataan Arief tidak mencerminkan kebijakan partai. 

"Kalau ada pengurus dan kader kami yang menyampaikan sesuatu, perilaku ucapan, yang mungkin dirasa kurang pas bagi Partai Demokrat atau partai lain, tentu kami sampaikan mohon maaf," kata Riza di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).

Sebelumnya, Arief menyebut sikap Partai Demokrat yang terkesan setengah hati membela Prabowo-Sandi bak 'undur-undur'. Ia pun mempersilakan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. 

Riza mengatakan, perbedaan pandangan di dalam partai merupakan hal yang wajar di era demokrasi. Karena itu, ia meminta pernyataan Arief tidak dibesar-besarkan. 

"Karena itu konsekuensi dari demokrasi. Di setiap partai, pasti ada saja 1-2 yang punya pemikiran berbeda. Saya kira menyikapi secara bijak bisa jadi intropeksi. Jangan dibesar-besarkan," katanya. 

Tak hanya itu, Riza juga menyampaikan maaf jika ada partai lain yang tersinggung dengan ucapan Prabowo-Sandi selama ini. "Kami mohon dipahami dan dimengerti bahwa Prabowo-Sandi menyampaikan ucapan-ucapan perilaku tindakan yang menyinggung dan mengintervensi partai lain," katanya.

Lebih lanjut, Riza mengatakan, sampai saat ini komunikasi antara Gerindra dan Demokrat masih berjalan lancar. Demokrat pun disebut Riza masih solid mendukung Prabowo-Sandi. 
 
"Bahkan Prabowo sangat berterima kasih bahwa Pak SBY memberi dukungan dan kontribusi bagi kemenangan Prabowo-Sandiaga. Pak Prabowo juga berterima kasih karena Pak SBY adalah ketua umum yang pertama yang sesungguhnya mengusung Pak Prabowo saat koalisi dibangun," ujar dia. 

Terkait kemungkinan sanksi bagi Arief, Riza menjawab secara diplomatis. "Sejauh ini kami punya aturan dan mekanisme di internal. Semua partai punya peraturan di internal. Kami ingin bahwa sama-sama saling menjaga mengurus kader masing-masing untuk tentu menjaga hubungan," kata dia.

Sponsored

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku tak mau ambil pusing terkait pernyataan Arief. Menurut dia, Arief bukan orang penting di Gerindra atau pun di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. 

"Arief ya gitu-gitu aja karena saya tidak pernah melihat Arief di Kertanegara (rumah Prabowo) selama proses pemilu sebagai elite Gerindra yang memperjuangkan Prabowo. Jadi, saya rasa dia bukan siapa-siapa di sana," kata Ferdinand. (Ant)
 

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB