logo alinea.id logo alinea.id

Komitmen capres-cawapres pada perlindungan anak

Perlindungan anak harus mendapatkan perhatian khusus dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertanding pada Pilpres

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 14 Mar 2019 02:38 WIB
Komitmen capres-cawapres pada perlindungan anak

Perlindungan anak harus mendapatkan perhatian khusus dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertanding pada Pilpres 2019.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, menilai kedua pasangan calon memiliki kesamaan pada pokok gagasan visi misi. Ia melihat kedua kandidat memiliki komitmen yang besar untuk melakukan perlindungan terhadap anak.

Hal itu ia sampaikan dalam kajian visi dan misi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, dengan mengundang perwakilan dari kedua calon.

"Keduanya punya concern sama terkait gizi, lalu pemenuhan hak dasar anak misalnya dalam ranah pendidikan keduanya juga memiliki concern yang sama, hanya titik tekannya yang beda," kata Susanto, Rabu (13/3).

Ia menyatakan akan menagih janji tersebut kepada salah satu pasangan calon yang terpilih. Sebab, menurutnya hal itu merupakan salah satu tugas dari KPAI.

"Memang tugas KPAI kan untuk memberikan masukan ke presiden dan jajaran kementerian terkait. Kami akan tagih janji komitmen besar yang telah dipresentasikan di KPAI, sekaligus kami akan awasi proses penyelenggaraannya," ujarnya.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ida Fauziah, menyatakan jika terpilih nanti pasangan calon nomor urut 01 itu akan memberikan jaminan perbaikan gizi hingga masih dalam kandungan, memperbaiki pola asuh keluarga, hingga memperbaiki fasilitas dan sanitasi air di lingkungan anak.

Menurut Ida, dengan melakukan pengembangan sistem jaminan gizi pada anak, dapat menjaga kualitas dari generasi bangsa. Sebab, ia berpendapat salah satu ancaman negara ialah tumbuh kembang anak.

Sponsored

"Oleh karena itu kami berkomitmen untuk menurunkan stunting atau gagal tumbuh kembang anak," kata Ida pada kesempatan yang sama.

Salah satu cara untuk mewujudkan itu, lanjut Ida, dengan mendesak kepala daerah agar dapat memanfaatkan dana desa sebaik mungkin untuk kesejahteraan rakyat. Sebab, ia menilai peristiwa gagal tumbuh kembang anak banyak terjadi di daerah perdesaan.

"Oleh karena itu, pemanfaatan dana desa menjadi solusi bagi kami untuk mengurangi stunting," ucapnya.

Selain itu, pihaknya akan fokus terhadap masalah reformasi sistem pendidikan. Ia menyampaikan capres nomor urut 01 Joko Widodo, menginginkan anak Indonesia dapat mengenyam bangku pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Salah satu caranya dengan mengembangkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Saya kira ini alternatif bagi masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan pendidikan bagi anak hingga perkuliahan," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ledia Hanifa Amaliah, mengatakan pasangan calon yang diusungnya akan fokus pada persoalan gizi buruk. Menurutnya persoalan tersebut akan mempengaruhi pada tumbuh kerdil atau stunting dan penurunan kecerdasan anak.

Ia berpendapat persoalan stunting dapat diselesaikan dengan peningkatan kualitas gizi, air bersih, dan sanitasi.

"Karenanya salah satu program peningkatan gizi yang dilakukan oleh pasangan Prabowo-Sandi dalam hal ini, bagaimana kemudian meningkatkan kualitas gizi, air bersih, sanitasi masyarakat dalam mengatasi ancaman stunting ini tadi," kata Ledia.

Dalam bidang pendidikan pasangan calon nomor urut 02 ini akan mengembangkan pendidikan berbasis minat bakat anak. Menurutnya, sekolah mempunyai peran yang amat penting untuk memetakan minat dan bakat tersebut.

"Secara umum kami memfokuskan pendidikan yang seharusnya bisa diterima, ini harusnya mengarah kepada pendidikan yang melihat dan mencermati serta mendasarkan pada minat bakat dan potensi yang dimiliki anak. Sehingga tidak semata-mata pendidikan yang bersifat umum tetapi harus ada bagian dari sekolah yang semestinya sudah bisa berjalan di sekolah-sekolah itu dengan bimbingan konselingnya melakukan pemetaan terhadap minat dan bakatnya sesuai," katanya.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB