sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kubu Prabowo bantah menutup diri 

Prabowo menggelar sesi wawancara bersama sejumlah wartawan media asing di kediamannya.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Selasa, 07 Mei 2019 21:34 WIB
Kubu Prabowo bantah menutup diri 

Anggota Direktorat Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ariseno Ridhwan menepis anggapan kubunya tak mau terbuka kepada media-media nasional. Menurut Ariseno, dalam sejumlah kegiatan yang digelar kubunya, media nasional tidak diundang karena terbatasnya tempat.  

"Jadi, pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak Sandi serta para pimpinan BPN Prabowo-Sandi bersama media internasional di kediaman Pak Prabowo itu bersifat undangan dan terbatas," kata Ariseno di Jakarta, Selasa (7/5). 

Prabowo bersama sejumlah petinggi BPN Prabowo-Sandi diketahui menggelar sesi wawancara dengan sejumlah wartawan dari media internasional di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Senin (6/5) lalu. Dalam sesi wawancara itu, Prabowo curhat telah dicurangi pada Pilpres 2019. 

Dalam sesi wawancara itu, tak satu pun media nasional yang diundang. "Itu karena tempat yang juga terbatas. Jadi bukan kita melarang dan menghalang-halangi media nasional untuk masuk," kata Ariseno. 

Lebih jauh, Ariseno mengajak seluruh media nasional untuk menjaga kondusivitas selama tahapan pemilihan umum berlangsung. Ia berharap pemilik media, pemimpin redaksi, dan para jurnalis tetap objektif dan tidak tendensius dalam merilis berita.

"Media dalam kondisi seperti ini justru harus membuat suasana menjadi tentram dan tak memperkeruh suasana dengan menambah bumbu-bumbu tak sedap dalam pemberitaannya," ujar Kepala Media Center Prabowo-Sandi itu.  

Ariseno mengatakan, publik saat ini mudah terpancing dengan pemberitaan-pemberitaan yang beredar, baik di media arus utama maupun yang disebar via media sosial. Karena itu, ia berharap pemberitaan media tidak berisi campuran antara fakta dan opini. 

"Karena (pemberitaan) itu bisa memancing kegaduhan yang seharusnya kita semua bisa menjaganya. Pasalnya, masyarakat saat ini sangat mudah terpancing emosinya karena adanya pemberitaan yang menyudutkan," ujar dia. 

Sponsored

Prabowo diketahui memiliki hubungan yang tidak baik dengan media nasional. Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo kerap menyindir pemberitaan media yang tidak berimbang sepanjang Pilpres 2019.