sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wacana Sandiaga hapus UN dinilai tidak jelas

Sandiaga Uno tidak merinci program yang akan menggantikan UN jika nanti dihapus.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 18 Mar 2019 10:03 WIB
Wacana Sandiaga hapus UN dinilai tidak jelas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Rencana calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno untuk menghapus ujian nasional (UN) jika ia dan Prabowo Subianto terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, dinilai sebagai konsep yang kurang jelas. Sandi juga tak memberikan penjelasan rinci mengenai konsep penelusuran minat dan bakat yang diplot untuk menggantikan UN. 

"Pernyataan Pak Sandiaga hanya seperti pembukaan dan perkenalan. Hanya menyebut nama program tanpa penjelasan," kata pengamat politik dari Indonesia Public Institute Jerry Massie, di Jakarta, Senin (18/3).

Dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Minggu (17/3), Sandiaga menyampaikan rencana penghapusan UN. Namun Sandi memang tak merinci lebih jauh rencana tersebut. 

"Kita juga pastikan bahwa sistem Ujian Nasional dihentikan, diganti dengan penulisan minat dan bakat. Kami juga memiliki konsep sekolah link and match di mana kita hadirkan penyedia lapangan kerja dan pencipta lapangan kerja tersambung dengan sistem pendidikan," kata Sandi.

Pernyataan tersebut disampaikan Sandi saat diberi kesempatan untuk memaparkan visi-misi oleh moderator debat, Alfito Deannova. Penghapusan UN, merupakan bagian dari solusi yang ditawarkan Sandi di bidang pendidikan. 

Selain penghapusan UN dan link and match pendidikan dan pencipta lapangan kerja, Sandi juga berencana meningkatkan kesejahteraan guru. Selain itu, kurikulum akan diperbaiki agar fokus pada pembangunan karakter dan akhlakul karimah. 

Hanya saja, menurut Jerry, UN yang sudah dilaksanakan sejak lama di Indonesia menjadikan penghapusannya tidak akan mudah. Pelaksanaan UN dimulai pada 1980-2001 dengan nama Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas).

Pada 2002-2004, namanya diganti menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). Kemudian berganti lagi menjadi UN pada 2005 hingga saat ini. "Jika UN dihapus dan diganti dengan penelusuran minat dan bakat, maka menjadi tidak jelas. Saya kurang setuju dengan pernyataan itu," kata Jerry.

Sponsored

Dia menjelaskan, UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengatur secara jelas bahwa minat dan bakat ditempatkan sebagai pelajaran tambahan dalam kurikulum di sekolah. Mata pelajaran di sekolah, juga terbagi dua, ada yang berbasis ilmu murni dan ilmu terapan. 

"Kalau UN dihapus, maka tidak perlu ada mata pelajaran matematika, IPA, dan IPS," katanya. (Ant)

Berita Lainnya