close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Xi Jinping. Foto Ist.
icon caption
Presiden Xi Jinping. Foto Ist.
Peristiwa
Kamis, 05 Februari 2026 18:54

China ingatkan AS agar hati-hati pasok senjata ke Taiwan

Xi Jinping meminta AS berhati-hati memasok senjata ke Taiwan dalam percakapan telepon dengan Trump yang disebut panjang dan menyeluruh.
swipe

Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa isu Taiwan merupakan persoalan paling penting dalam hubungan China dengan Amerika Serikat saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Rabu waktu setempat.

Dalam percakapan tersebut, Xi meminta Amerika Serikat untuk bersikap berhati-hati dalam memasok senjata ke Taiwan. Media pemerintah China melaporkan bahwa Xi menyatakan dirinya menaruh perhatian besar pada hubungan bilateral dengan AS dan berharap kedua negara dapat menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan yang ada.

Trump menggambarkan pembicaraan itu dengan sangat baik serta panjang dan menyeluruh. Ia juga menyebut hubungan pribadinya dengan Xi berada dalam kondisi yang sangat baik.

The relationship with China, and my personal relationship with President Xi, is an extremely good one, and we both realize how important it is to keep it that way,” tulis Trump melalui akun Truth Social, Sebagaimana dilansir dari BBC, Kamis (5/2).

Percakapan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas diplomasi antara China dan negara-negara Barat. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pemimpin Barat, termasuk Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, mengunjungi China untuk mereset hubungan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Trump sendiri dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada April mendatang. Ia mengaku sangat menantikan perjalanan tersebut dan menyebut Beijing tengah mempertimbangkan pembelian 20 juta ton kedelai AS, naik dari sekitar 12 juta ton dari sebelumnya.

Selain isu Taiwan dan perdagangan kedelai, Trump mengatakan pembicaraan juga mencakup perang Rusia di Ukraina, situasi di Iran, serta pembelian minyak dan gas AS oleh China.

Terkait Taiwan, Xi menegaskan posisi Beijing bahwa pulau yang berpemerintahan sendiri itu merupakan bagian dari wilayah China.

“Taiwan adalah wilayah China, dan negara ini harus menjaga kedaulatan serta integritas teritorialnya,” ujar Xi, menurut laporan media China.

Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat harus menangani isu penjualan senjata ke Taiwan dengan penuh kehati-hatian.

“Amerika Serikat harus menangani isu penjualan senjata ke Taiwan dengan penuh kehati-hatian,” kata Xi.

China selama ini berkomitmen untuk menyatukan kembali Taiwan dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Di sisi lain, AS secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan China, bukan Taiwan, namun tetap menjadi sekutu utama Taiwan dan pemasok senjata terbesarnya.

Pada Desember lalu, pemerintahan Trump mengumumkan penjualan senjata ke Taiwan senilai sekitar US$11 miliar, atau sekitar Rp17 triliun, mencakup peluncur roket canggih, howitzer swagerak, serta berbagai jenis rudal. 

Beijing mengecam langkah tersebut dan menilai dukungan itu hanya akan mempercepat situasi berbahaya dan penuh kekerasan di Selat Taiwan.

Xi menegaskan bahwa kekhawatiran China perlu dipahami secara setara.

“Sebagaimana Amerika Serikat memiliki kekhawatiran, China juga memiliki kekhawatirannya sendiri.”

"Jika kedua pihak bekerja ke arah yang sama dalam semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, kami yakin dapat menemukan cara untuk menjawab kekhawatiran masing-masing,” ujarnya kepada Trump

Sementara itu, pada Kamis, pemimpin Taiwan, Lai Ching-te menyatakan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat tetap kuat.

“Hubungan dengan Amerika Serikat tetap sangat kokoh,” kata Lai kepada wartawan, seraya menegaskan bahwa seluruh proyek kerja sama yang sedang berjalan akan tetap berlanjut.

img
Haidhar Ali Faqih
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan