sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Empat menteri dipanggil Jokowi soal pencapresan di Pilpres 2024, Prabowo dinilai loyal

Dari empat menteri yang dipanggil Jokowi, tiga menteri menyatakan siap maju di Pilpres 2024.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Jumat, 15 Apr 2022 15:45 WIB
Empat menteri dipanggil Jokowi soal pencapresan di Pilpres 2024, Prabowo dinilai loyal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan telah memanggil dan menanyakan empat menterinya perihal pencalonan di Pilpres 2024. Dari keempat menteri yang dipanggil, tiga menteri menyatakan siap maju. Hanya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menjawab atas izin Jokowi.

Kabar keempat menteri dipanggil Jokowi itu diungkapkan politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, dalam sebuah wawancara di akun Youtube salah satu media.

Keempat menteri itu ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (Menparekraf), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. 

Pengamat politik dari Universitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, berpendapat, jawaban Prabowo kepada Jokowi tak lain sebagai bentuk loyalitasnya sebagai Menteri Pertahanan. Meski peluang menjadi calon presiden sangat besar, namun Adi meyakini Prabowo tidak gegabah dan ingin fokus menuntaskan tanggung jawabnya sebagai Menhan.

"Prabowo tentu menjaga betul image-nya sebagai menteri Jokowi yang tak boleh ada kesan menyambi untuk urusan 2024. Jadi, fokus kerja saja sebagai Menhan," kata Adi saat dihubungi Alinea.id pada Kamis (14/4) malam.

Adi menegaskan, Prabowo memiliki bekal popularitas dan elektabilitas yang bagus di Pilpres 2024. Selain itu, mantan Pangkostrad itu bisa menentukan nasibnya sendiri soal maju atau tidaknya menjadi capres, mengingat Prabowo merupakan ketua umum partai. 

"Jadi, tanpa menyatakan siap pun publik meyakini Prabowo sudah dipastikan maju," katanya.

Menurut Adi, soal restu Jokowi, juga menegaskan loyalitas Prabowo kepada Jokowi, baik sebagai menteri maupun sebagai sosok yang masih punya pengaruh kuat di Pilpres 2024 yang akan datang. 

Sponsored

"Dukungan Jokowi menjadi variabel penting bagi Prabowo untuk menang," tegas Adi.

Bagi pengamat politik Ujang Komarudin, jawaban Prabowo kepada Jokowi hanya sebuah strategi politik. Pangkalnya, meskipun tak ditanya sekalipun, Jokowi dan publik sudah mengetahui jika Prabowo akan mencalonkan diri lagi di Pilpres 2024.

"Soal tunggu restu Jokowi, itu karena Prabowo paham Jokowi ketika Pilpres di 14 Februari 2024 nanti masih menjabat sebagai presiden. Masih jadi penentu. Prabowo butuh dukungan Jokowi," kata Ujang kepada Alinea.id, Kamis malam.

Senada dengan Adi, Ujang mengatakan restu Jokowi di Pilpres 2024 sangat menentukan. "Dan Prabowo paham itu. Prabowo kan keok dua kali dalam pilpres oleh Jokowi. Jadi, Prabowo sudah paham dan matang terkait soal tanya menanya soal pilpres," kata Ujang.

Sementara, tiga menteri seperti Airlangga, Sandiaga, dan Erick, Ujang mengatakan ketiganya menjawab sebagai bentuk optimisme. Apalagi ketiganya sudah kerap melakukan safari politik terkait Pilpres 2024.

"Bagus-bagus saja. Tak malu-malu. Dan to the point. Dan rakyat pun tahu ketiganya sudah sosialisasi ke mana-mana," ujar Ujang.
 

Berita Lainnya