sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AHY: Maaf suara kami belum cukup

AHY menyayangkan keputusan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah pandemi Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 06 Okt 2020 08:01 WIB
AHY: Maaf suara kami belum cukup
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui Fraksi Partai Demokrat memutuskan tetap menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja setelah mempertimbangkan berbagai faktor.

“Keputusan kami ini sudah disampaikan oleh Fraksi PD dalam Pandangan Akhir Mini Fraksi pada Pengesahan Tingkat I di Rapat Kerja Badan Legislasi DPR (Sabtu, 3/10). Dan kami sampaikan lagi dalam pendapat fraksi Sidang Paripurna DPR. Sebagai penegasan atas penolakan kami tersebut, Fraksi Partai Demokrat walk out dari Sidang Paripurna DPR,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).

AHY menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia, khususnya buruh dan pekerja, karena belum cukup suara untuk bisa memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Insya Allah kami terus memperjuangkan harapan rakyat,” ucapnya.

AHY menyayangkan keputusan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di tengah pandemi Covid-19. Padahal semestinya pemerintah dan DPR lebih berfokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Ia menyebut, Omnibus Law RUU Cipta Kerja tidak ada urgensinya. Menurut AHY, pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja sangat dipaksakan dan berat sebelah. Di sisi lain RUU tersebut juga berbahaya karena mengandung banyak pasal yang merugikan buruh.

“Tampak sekali bahwa ekonomi Pancasila akan bergeser menjadi terlalu kapitalistik dan neoliberalistik,” tutur AHY.

Ini karena substansi dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja sangat jauh dari prinsip-prinsip keadilan sosial. Bahkan, Omnibus Law RUU Cipta Kerja bukan berupaya menciptakan lapangan kerja secara luas, tetapi malah berpotensi melahirkan banyak sekali masalah lainnya.

Sponsored

“Sesuai dengan apa yang saya sampaikan dalam pidato politik beberapa waktu yang lalu, Partai Demokrat harus berkoalisi dengan rakyat. Terutama berkoalisi dengan rakyat kecil, termasuk kaum buruh, pekerja yang hari ini paling terdampak oleh krisis pandemi dan ekonomi. Maka, kepada seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat, mari terus berjuang bersama-sama dengan masyarakat. Harapan rakyat, perjuangan Demokrat,” ucapnya.

Ia pun menyerukan kepada berbagai elemen masyarakat yang terdampak Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini agar tetap memperjuangkan nilai-nilai keadilan. “No one is left behind. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit. Tuhan bersama kita,” ujar AHY.

Berita Lainnya