sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Beda pandangan Gerindra dan PPP soal kursi Ketua MPR

Fadli Zon menyebut partainya paling berhak mendapatkan jatah kursi Ketua MPR RI.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 07 Agst 2019 17:50 WIB
Beda pandangan Gerindra dan PPP soal kursi Ketua MPR

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 paling layak diduduki kader partainya. Pasalnya, Gerindra berada di urutan kedua pemenang Pileg 2019. 

"Tapi, kami sendiri masih akan melakukan lobi-lobi kepada beberapa partai, khususnya PKS. Kami akan ajak bicara mengenai ini (kursi pimpinan MPR)," ujar Fadli di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).

Dari hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Gerindra memperoleh 17.594.839 atau 12,57% suara sah Pileg 2019. Gerindra berada d bawah PDI-Perjuangan yang meraup 27.053.961 atau sekitar 19,33% suara sah. PDI-P hampir pasti mendapatkan jatah kursi Ketua DPR RI. 

Fadli tidak mempersoalkan jika partainya hanya mendapatkan jatah kursi Wakil Ketua MPR. Yang penting, lanjut Fadli, partai besutan Prabowo Subianto itu berada di jajaran pimpinan MPR priode mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, Fadli salah kaprah dengan menyebut Gerindra pantas menempati kursi Ketua MPR. Menurut Arsul, perolehan suara bukan faktor penentu. 

"Kalau kursi yang nomor dua itu kan Golkar, bukan Gerindra. Kalau suara, iya itu memang Gerindra. Di DPR itu, boleh dibilang segala sesuatunya ditentukan oleh kursi bukan oleh suara. Kemudian merujuk UU MD3, pemilihan pimpinan MPR itu dengan cara paket," jelasnya. 

Sesuai aturan yang termaktub dalam UU MD3, Arsul mengatakan semua partai berhak mengajukan kadernya sebagai Ketua MPR. "Semua diperbolehkan dengan melewati proses kesepakatan," kata dia. 

Selain Gerindra dan PPP, sejumlah partai politik di dua kubu mengincar kursi Ketua MPR. Di kubu koalisi Jokowi-Ma'ruf, Golkar dan PKB terang-terangan mengatakan paling berhak menguasai kursi Ketua MPR. Di kubu parpol pengusung Prabowo-Sandi, PAN dan Demokrat juga menyatakan berminat mendudukkan kader ke kursi panas tersebut. 
 

Sponsored