Ini alasan massa pasang gambar Naruto dan Gibran di bendera
Caleg DPRD DKI 1 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Itu menyampaikan, sosok Gibran membawa kreativitas pada anak muda.

Salah satu kelompok massa yang hadir mengawal pendaftaran paslon capres cawapres Prabowo-Gibran ke kantor pusat KPU pagi tadi membawa bendera bergambar Naruto dengan wajah Gibran Rakabuming Raka.
Kencana Bintang, salah satu dari massa pendukung membeberkan alasan pemasangan bendera itu. Menurut dia, Naruto adalah tokoh kartun yang digemari Gibran.
“Karena Gibran menyukai sosok Naruto,” kata Kencana saat ditemui Alinea.id di depan Gedung KPU, Rabu (25/10).
Caleg DPRD DKI 1 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Itu menyampaikan, sosok Gibran membawa kreativitas pada anak muda. Hal itu terlihat dari Naruto dengan kebaikan yang kerap ditunjukan.
“Ini kan khas jiwa anak muda yang punya kreatifitas untuk mengajak anak muda seluruh Indonesia itu agar membawa kebaikan,” ujarnya.
Kencana menyebut, massa yang bersamanya merupakan komunitas sepeda. Kedatangan ke KPU juga diiringi dengan gowes beramai-ramai dari deklarasi PSI di GBK Arena.
“Ada 200 orang. Terpisah ada yang di sana dan di sana juga,” ucapnya sembari menunjuk beberapa titik di sekitar Gedung KPU.
Diketahui, dukungan terhadap Gibran Rakabuming sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto bergema di Jalan Imam Bonjol. Hari ini pasangan Prabowo-Gibran mendaftarkan dirinya ke KPU.
Dalam pantauan Alinea.id, salah satu kelompok massa pendukung membawa bendera dengan gambar salah satu karakter kartun Jepang. Ialah Naruto, yang menjadi sosok terkenal dan khas khususnya di kalangan generasi 90-an.
Tidak hanya itu, massa tersebut juga mengubah wajah Naruto menjadi Gibran. Bahkan bendera tersebut diberi tulisan sebagai bentuk dukungan.
“Gibran untuk Indonesia senyum penuh damai,” tutur massa pendukung di depan Gedung KPU RI, Jakarta Pusat.

Derita jelata, tercekik harga pangan yang naik
Senin, 21 Feb 2022 17:25 WIB
Menutup lubang “tikus-tikus” korupsi infrastruktur kepala daerah
Minggu, 13 Feb 2022 15:06 WIB
Segudang persoalan di balik "ugal-ugalan" RUU IKN
Minggu, 23 Jan 2022 17:07 WIB
Potret kebijakan stunting dan pertaruhan Indonesia Emas 2045
Senin, 27 Nov 2023 16:01 WIB
Euforia tanggal kembar: Bertabur diskon dan bebas ongkir di e-commerce
Kamis, 23 Nov 2023 14:19 WIB