close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi di Kompleks Parlemen, Senayan/Antara Foto.
icon caption
Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi di Kompleks Parlemen, Senayan/Antara Foto.
Politik
Selasa, 01 November 2022 17:43

Johan Budi klaim Dewan Kolonel dibentuk bukan serang Ganjar Pranowo

Dewan Kolonel merupakan kumpulan anggota fraksi PDIP yang mensosialisasikan Puan Maharani sebagai capres.
swipe

Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Johan Budi, menyebut Dewan Kolonel yang dibentuknya tidak bertujuan untuk menyerang Ganjar Pranowo. Menurutnya, Dewan Kolonel merupakan kumpulan anggota fraksi PDIP yang mensosialisasikan Puan Maharani sebagai calon presiden (capres).

"Ini kumpulan kader-kader dari Fraksi PDI Perjuangan yang ingin mensosialisasikan Mbak Puan Maharani, Ketua DPR RI kita kepada publik dan ini tidak dimaksudkan juga menyerang Ganjar Pranowo, gak, gak ada hubungannya," kata Johan Budi di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/11).

Menurut Johan, sebagai kader, dirinya bangga karena banyak kader PDIP yang mempunya elektabilitas tinggi. Karena itu, dia memilih untuk mendukung dan menjagokan Puan sebagai capres.

"Tapi kan soal pilihan kan, boleh dong saya memilih mendukung atau mensosialisasikan Mbak Puan Maharani. Boleh juga saya tidak menyalahkan, baik yang di eksternal PDI Perjuangan maupun di internal PDI Perjuangan yang favoritnya ke Ganjar," ujar dia.

Johan juga memastikan bahwa ia dan anggota fraksi lain yang tergabung dalam Dewan Kolonel tetap tegak lurus kepada keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait pencalonan presiden. Ia pun kembali menegaskan bahwa Dewan Kolonel tidak bertujuan untuk menjadi penantang Ganjar Pranowo.

"Bahwa nanti apa yang diputuskan oleh Ketum Partai (PDIP) Ibu Megawati Soekarnoputri, itu tegak lurus. Itu kan sudah saya sampaikan di awal, saya sengaja enggak ngomong ya, baru sekarang. Biar ini, bahwa jangan direaksi kemuddian seolah-olah mendukung Mbak Puan itu diposisikan berhadapan dengan Ganjar Pranowo. Kemudian relawannya Ganjar bereaksi, salah tempat!," tutur Johan Budi.

DPP PIDP Bidang Kehormatan sebelumnya memberi sanksi kepada Johan Budi cs terkait pembentukan Dewan Kolonel. Mereka disanksi berupa teguran keras pertama dan terakhir.

Sanksi juga diterapkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Ketua DPC PDIP, Surakarta FX Hadi Rudyanto alias FX Rudy.
Ganjar disaksi berupa teguran lisan lantaran menyatakan siap menjadi calon presiden. Sementara, FX Rudy disanksi berupa teguran keras dan terakhir.

Kendati demikian, Johan Budi mengaku belum menerima surat teguran dari DPP PDIP Bidang Kehormatan tersebut.

"Sampai hari ini saya belum melihat, saya gak tahu kalau saya dikirimin. Mungkin belum sampai ke saya, tapi sampai hari ini saya belum membaca atau melihat itu," ucapnya.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan