sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PDIP Jawa Timur kembali memilih Megawati

Konsolidasi partai melalui konferensi partai dalam rangka Kongres V, mantapkan struktur partai pelopor

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Senin, 01 Jul 2019 19:38 WIB
PDIP Jawa Timur kembali memilih Megawati
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 271339
Dirawat 61628
Meninggal 10308
Sembuh 199403

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sudah bulat memilih Megawati Soekarno Putri sebagai ketua umum dalam Kongres V di Bali pada 8-10 Agustus 2019. Menjelang Kongres, DPD akan melakukan restruktur organisasi hingga tingkat cabang. 

Untuk seluruh DPC di Jatim, konferensi cabang digelar secara serentak pada 7 Juli 2019. Selanjutnya pada 27 Juli 2019 konferensi tingkat pengurus daerah digelar. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi mengatakan, mereka yang terpilih menjadi sekretaris dan ketua hasil konferensi, baik tingkat cabang, maupun daerah, akan menjadi utusan dalam kongres. "Nanti mereka menjadi utusan," terangnya, dikonfirmasi, Senin 1 Juli 2019.

Dukungan kepada Megawati pengurus cabang dan daerah akan disampaikan pada Kongres V. Suara mutlak untuk Megawati ini berdasarkan survei aspirasi kader hingga di tingkat anak cabang. Presiden RI ke-5 itu dianggap mampu menyolidkan kader hingga dari bawah.

"Untuk Jatim tetap Bu Megawati. Seluruh kader mutlak satu suara dukung beliau," ujar Kusnadi.

Untuk diketahui, Kongres ke V di Bali dipercepat, meskipun masa bakti Megawati akan berakhir pada 2020. 

Agenda utama dalam kongres itu membahas ketua umum. Dukungan Megawati terpilih kembali sebagai ketua umum terus mengemuka, termasuk di Jatim.

Sebelumnya terhitung dari 29 Juni 2019 secara serentak, PDI Perjuangan memulai konferensi cabang dan konferensi daerah secara serentak dan telah diselesaikan konfercab dan konferda 10 provinsi, yakni DIY, Bangka-Belitung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan hari ini dilakukan di Riau dan Jambi.

Sponsored

“Konsolidasi ideologi, politik, organisasi, sumber daya, dan konsolidasi kader serta program mewarnai proses konfercab dan konferda. Disiplin kader ditingkatkan, dan peningkatan kualitas SDM partai diprioritaskan," papar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/7).

Dalam rangka Kongres V Partai, PDI Perjuangan melakukan evaluasi menyeluruh dan menempatkan bagaimana partai harus menjadi obor penerang, Partai memimpin pergerakan rakyat, dan partai bertanggung jawab atas masa depan bangsa dan negara Indonesia

Atas dasar hal tersebut, maka di dalam penempatan kader di jabatan struktural partai, selain mengedepankan pentingnya kesadaran ideologi, maka partai menambahkan satu kriteria, yakni pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi terapan, dan kultur membangun organisasi Partai jauh lebih penting dari pada kepentingan orang-per orang.

“Kultur penelitian dan pengembangan organisasi harus menjadi tradisi kepartaian. Partai terus berdialog dengan para ahli, para pakar, agar PDI Perjuangan semakin mampu mendorong kebijakan yang dalam jangka pendek mampu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, namun dalam jangka panjang, mampu meletakkan dasar-dasar bagi kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” tutur dia.

Bagaimanapun tugas membangun tatanan dunia baru yang respek terhadap perdamaian abadi dan kesejahteraan umat manusia yang berkeadilan, menjadi tugas negara Indonesia. PDI Perjuangan pun akan berperan lebih aktif di kancah internasional, melakukan dialog dan kerjasama dengan seluruh partai politik baik di kawasan Timur, Selatan, Barat, maupun belahan bumi Utara.

"Begitu strategisnya Kongres V Partai. Di situlah PDI Perjuangan akan memantapkan dirinya menuju Partai Pelopor," ucap dia.
 

Berita Lainnya
×
img