sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penunjukan Pj Gubernur 2022 dan 2023, Perludem: Tak ada urgensinya

Penunjukan pejabat gubernur tak sejalan dengan semangat otonomi daerah.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 16 Mar 2021 15:41 WIB
Penunjukan Pj Gubernur 2022 dan 2023, Perludem: Tak ada urgensinya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menunjuk pejabat (pj) gubernur pada 2022 dan 2023. Penjabat gubernur diangkat karena masa jabatan gubernur definitif telah habis.

"Di tingkat provinsi itu Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) ajukan ke Presiden. Presiden yang menentukan. Lalu bupati, wali kota diajukan gubernurnya, diajukan ke Kemendagri. Saya juga laporkan ke istana, ke presiden," ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati, menilai, penunjukan Pj tidak ada urgensinya untuk daerah yang akan dipimpinnya. Pasalnya, masih banyak ruang untuk bisa menata kembali jadwal pilkada guna mengganti kepala daerah yang habis masa jabatannya.

"Tidak ada urgensinya untuk daerah dipimpin Pj," ucapnya saat dihubungi repoter Alinea.id, Selasa (16/3).

Sesungguhnya, kata dia, mekanisme Pj itu memang dibuka jika tidak ada kepala dareah definitif. Namun, penunjukan Pj tak sejalan dengan semangat otonomi daerah.

"Karena, saat dulu memutuskan otonomi daerah salah satu yang didorong adalah rakyat bisa memimpin kepala daerahnya secara langsung," tutur Khoirunnisa.

Persoalan penunjukan Pj tersebut, menurut dia, lebih pada legitimasinya, karena tidak dipilih langsung oleh rakyat. "Yang jadi tantangan adalah bagaimana mencari 272 Pj itu, karena untuk menjadi Pj itu kan adalah daerah yang punya posisi tertentu," ujar Khoirunnisa.

Sebelumnya, Tito juga menyebut, kemungkinan Jokowi membentuk Tim Penilai Akhir (TPA) untuk memilih Pj gubernur dengan masa jabatan panjang tersebut. Berkaca dari pengisian Pj kepala daerah di berbagai wilayah yang tidak mengalami kendala pada 2020 lalu, ia percaya tidak ada persoalan terhadap penunjukan Pj kepala daerah di 2022 dan 2023 mendatang.

Sponsored
Setelah mereka meniup peluit...

Setelah mereka meniup peluit...

Kamis, 22 Apr 2021 16:48 WIB
Memutus belenggu generasi sandwich

Memutus belenggu generasi sandwich

Kamis, 22 Apr 2021 14:25 WIB
Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Burma dan saga biksu-biksu revolusi

Rabu, 21 Apr 2021 17:33 WIB
Berita Lainnya