sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ridwan Kamil: Jokowi akan antar Indonesia jadi negara adidaya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan tiga syarat agar Indonesia dapat menjadi negara adidaya di 2045.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Senin, 25 Feb 2019 02:08 WIB
Ridwan Kamil: Jokowi akan antar Indonesia jadi negara adidaya
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan tiga syarat agar Indonesia dapat menjadi negara adidaya di 2045. Hal ini disampaikan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) di acara Konvensi Rakyat bertajuk 'Optimis Indonesia Maju' yang digelar di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

"Pertama jaga ekonomi kita seperti hari ini sampai 2045. Pak Jokowi sudah menjaga ekonomi kita di atas 5%. Negara lain ada 2%, negara eropa 1%. Indonesia salah satu yang tercepat terkuat di dunia hari ini," ujarnya.

Syarat kedua yakni, demokrasi harus damai dan tak ada lagi pertentangan. Apalagi menjelang pilpres hanya ada dua capres dan cawapres yang bertarung. Oleh karena itu, pendukung pasangan calon nomor urut 01 dapat berkampanye dengan baik.

"Pendukung 01 harus menunjukan kebaikan, setuju? Saya menitipkan pesan jangan melakukan kampanye hoaks, jangan melakukan kampanye perpecahan. Jangan membuat fitnah. Tunjukkan bahwa akhlaq kita adalah yang terbaik untuk menjaga proses demokrasi ini," katanya.

Kemudian syarat ketiga agar Indonesia menjadi negara adidaya di 2045 adalah, generasi milenial harus kompetitif, ahli digital, mahir dalam bahasa Inggris, dan bahasa internasional lainnya.

"Tiga syarat tadi sudah dikelola pak Jokowi. Dalam waktu 26 tahun lagi, atau 2045 Indonesia, insyaallah masuk kategori hebat negara adidaya," ucapnya.

Mantan Wali Kota Bandung ini pun mengatakan, semua hanya dapat tercipta jika pasangan Jokowi-Ma'ruf menang. Apalagi Jokowi telah memiliki platform untuk mengantarkan generasi selanjutnya masuki masa Indonesia Emas. Oleh karena itu, jangan sampai masyarakat salah salah dalam memilih pemimpin. 

"Pilih pemimpin yang visioner, pak Jokowi sudah membuktikan. Pilih pemimpin yang pekerja keras, pak Jokowi sudah memperlihatkan. Pilih pemimpin yang turun tangan bukan tunjuk tangan. Pilih pemimpin yang memastikan keumatan agar terjaga, yaitu Ma'ruf Amin adalah pemimpinnya," ujarnya.

Sponsored

Kombinasi Jokowi yang berkarakter pekerja keras akan sangat cocok, jika disandingkan dengan Ma'ruf Amin yang nantinya berkerja diurusan pemberdayaan keumatan.

"Tidak boleh salah memilih pemimpin. Pemimpin itu yang akan mengatur alat perabot kita. Apakah sesuai dengan arah yang dikehendaki atau sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa," katanya.

Selain itu, pria yang biasa disapa Kang Emil ini juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk meyakinkan warga di lingkungannya untuk tidak golput.

Kemudian meyakinkan masyarakat yang masih bimbang dalam memilih, untuk dapat berlabuh ke Jokowi-Ma'ruf.

"Mulai sekarang tolong aktif memberikan keyakinan di WhatsApp Grup. Memberikan keyakinan di Instagram. Memberikan keyakinan di media sosial, di arisan, di pengajian, dan di mana mana. Semoga  Allah memberikan ridho-Nya," ucapnya.

Berita Lainnya