logo alinea.id logo alinea.id

Setelah bebas, Ahok dikabarkan pilih jalan-jalan ke luar negeri

Ahok belum menentukan pilihannya untuk kembali bergabung dengan partai politik.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 10 Jan 2019 18:59 WIB
Setelah bebas, Ahok dikabarkan pilih jalan-jalan ke luar negeri

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bakal bebas pada 24 Januari 2019. Pria yang akrab disapa Ahok itu pun belum menentukan pilihannya untuk kembali bergabung dengan partai politik. Selepas menghirup udara bebas, Ahok dikabarkan lebih memilih untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Kabar Ahok hendak pelesir ke luar negeri itu dikatakan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Bukan Ahok yang menyampaikan keinginannya itu secara langsung kepada Hasto. Melainkan Hasto mengetahuinya dari rekannya yang juga rekan kerja Ahok selama memimpin DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat.

“Pak Ahok sendiri masih mau jalan-jalan ke luar negeri kata Pak Djarot,” demikian disampaikan Hasto di Jakarta Kamis (10/1) , menjawab isu akan bergabungnya Ahok ke PDI Perjuangan .

Hasto mengakui, dirinya memang sempat membahas Ahok menjelang bebas dari penjara dengan Djarot. Namun, berdasarkan pengakuan Djarot, Hasto menambahkan, Ahok masih ingin menghabiskan waktu ke sejumlah Negara menjadi pembicara di sejumlah tempat. Djarot pun, kata Hasto, belum berbincang lebih jauh tentang kesediaan Ahok untuk bergabung dengan salah satu partai.

Sementara prtainya, PDI Perjuangan dikatakan Hasto sampai saat ini belum berkomunikasi dengan Ahok terkait ajakan bergabung dengan partai berlambang banteng itu. 

“Belum kami tanya (ingin bergabung atau tidak),” ujarnya. 

Walau begitu, kata Hasto, jika hendak bergabung menjadi anggota partai tentu perlu ada pengajuan secara tertulis dari orang tersebut atau diri sendiri. Sampai sekarang, Hasto mengatakan, belum ada surat secara resmi dari Ahok yang ditujukan kepada PDIP.

Seperti diketahui, sebelumnya beredar isu akan bergabungnya Ahok ke PDI Perjuangan usai dinyatakan bebas dari penjara. Isu itu bergulir atas dasar dukungan Ahok untuk majunya Joko Widodo menjadi calon presiden untuk periode 2019-2024 mendatang. Dukungan tersebut disampaikan Ahok melalui surat yang ditulisnya dari dalam penjara.

Sponsored