sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tanpa wagub, Anies akan terseok-seok 'lawan' corona

Karenanya, DPRD diharapkan mempercepat proses pemilihan DKI-2.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Rabu, 25 Mar 2020 21:31 WIB
Tanpa wagub, Anies akan terseok-seok 'lawan' corona
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 74018
Dirawat 35764
Meninggal 3535
Sembuh 34719

Pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta dianggap mendesak. Sekalipun Ibu Kota menjadi episentrum pandemi coronavirus anyar (Covid-19) di Tanah Air.

Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, diprediksi kesulitan dalam menangani virus SARS-CoV-2. Jika tetap sendiri memimpin.

"Ini kondisi genting. Force majeur. Butuh penanganan khusus. Anies bakal terseok-seok. Kalau tetap sendirian," ucap Ketua Badan Kajian Jakarta Monitoring Network (JMN), Isac Kharis Tahtawira, Rabu (25/3).

Dengan adanya wagub, menurut dia, pemerintah provinsi (pemprov) bisa lebih fokus menangani masalah Jakarta. Terlebih, segera masuk Ramadan.

"Saat bulan puasa, akan ada gejolak lagi. Harga-harga kebutuhan pasti naik. Kalau corona enggak segera mereda, PR pemprov makin numpuk," tuturnya.

Dirinya berharap, pandangan serupa dimiliki DPRD Jakarta. Sehingga, pemilihan wagub dapat segera mungkin dilakukan.

"Yang harus dewan pikirkan juga, ruang paripurna, tempat pemilihan nanti, harus steril. Jangan sampai mengancam keselamatan dewan dan kedua calon," kata Isac.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra menyepakati dua nama sebagai pendamping Anies. Masing-masing kadernya. Nurmansjah Lubis (Ancah) dan Ahmad Riza Patria.

Sponsored

DPRD mulanya menyepakati paripurna pemilihan wagub digelar Jumat (21/3) kemarin. Namun, ditunda karena Covid-19).

Belakangan, "Kebon Sirih" kembali melanjutkan agenda tersebut. Diawali dengan rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD, Kamis (26/3). Untuk menentukan waktu pelaksanaannya.

Kendati begitu, Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Jakarta mewacanakan, kegiatan digelar lusa (Jumat, 27/3). Diklaim telah disetujui seluruh fraksi.

Paripurna dapat digelar kala dihadiri 50%+1 dewan. Artinya, diikuti 54 dari 106 anggota.

Berita Lainnya