sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

250 Pengusaha Indonesia-Australia menggelar forum bisnis

Pertemuan ini untuk menindaklanjuti perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Partnership (IA-CEPA).

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 04 Mar 2019 18:58 WIB
250 Pengusaha Indonesia-Australia menggelar forum bisnis

Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggelar bisnis forum dengan Australia. Pertemuan ini untuk menindaklanjuti perjanjian dagang Indonesia-Australia Comprehensive Partnership Agreement (IA-CEPA).

Pertemuan ini digelar di hari yang sama dengan penandatanganan kerja sama IA-CEPA. Dalam forum ini hadir 250 delegasi, yang terdiri dari pengusaha Indonesia dan Australia. 

“Agenda yang dibahas dalam forum bisnis itu yakni promosi perdagangan bilateral dan investasi antara dua negara,” kata Ketua umum Kadin Rosan P. Roeslani di Jakarta, Senin (4/3).

Rosan mengatakan perjanjian IA-CEPA sangat penting untuk mendorong ekonomi Indonesia. Kerja sama bilateral ini juga berpotensi membuka investasi di beberapa bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

"Dengan adanya potensi perdagangan dua negara yang besar, maka sangat penting bagi Indoneisa untuk segera melakukan proses reformasi ekonomi yang dibutuhkan sebagai bagian dari komitmen IA-CEPA," kata Rosan saat ditemui di Jakarta, Senin (4/3). 

Rosan menyebut nilai investasi Australia di Indonesia saat ini mencapai US$600 juta. Ke depan, kata Rosan investasi tersebut diharapkan bisa meningkat, bukan hanya di sektor pertambangan dan finansial, tapi juga bisa merambah ke sektor lain.

"Namun, kita juga mengacu pada DNI (Daftar Negatif Investasi) di Indonesia. Tidak ada pengecualian. Diharapkan ada transfer teknologi melalui training dan education," tutur dia. 

Sebelumnya, Indonesia dan Australia resmi menandatangani kerja sama ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada Senin (4/3).

Sponsored

Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita mengatakan, dengan perjanjian ini, dua negara sepakat untuk menghapus 100% bea ekspor dari Indonesia ke Australia dan 94% tarif dari Australia ke Indonesia.

Enggar menjelaskan, penghapusan tarif  ini akan dilakukan secara bertahap. “Kami berusaha mencapai kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua negara,” kata Enggar.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W. Kamdani mengatakan kebijakan tarif 0% untuk barang Indonesia masuk ke Australia akan membuat ekonomi semakin kompetitif. 

Oleh karena itu, kata dia, kerja sama ini akan mendorong pengusaha dari kedua negara untuk menciptakan hubungan perdagangan investasi yang lebih besar dan sekaligus mendukung satu sama lain. 

"Oleh karena itu, kesuksesannya tidak hanya diukur dari nilai perdagangan dan investasi, tapi juga bagaimana perjanjian ini digunakan unuk pelaku usaha kedua negara dalam meningkatkan daya saingnya di dunia," kata Shinta.