Bisnis / Strategi emiten

Antam gandeng Ocean Energy bangun pabrik nikel di Halmahera Rp4,89 triliun

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. menggandeng Ocean Energy untuk membangun pabrik nikel di Halmahera Timur dengan investasi Rp4,89 triliun.

Antam gandeng Ocean Energy bangun pabrik nikel di Halmahera Rp4,89 triliun PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. menggandeng Ocean Energy untuk membangun pabrik nikel di Halmahera Timur dengan investasi Rp4,89 triliun. / Facebook

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. menggandeng Ocean Energy untuk membangun pabrik nikel di Halmahera Timur dengan investasi Rp4,89 triliun.

Emiten pelat merah Antam mengumumkan bahwa perusahaan menandatangani Head of Agreement (HoA) Proyek Pengembangan Pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace Halmahera Timur dengan Ocean Energy Nickel International Pte Ltd (OENI).

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam acara Indonesia Investing Forum 2018, IMF-WORLD BANK Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, Bali.

"Proyek pengembangan pabrik NPI Blast Furnace ini merupakan salah satu milestone penting dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditas mineral yang dikelola oleh perusahaan," kata Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo, Kamis (10/11).

Proyek NPI Blast Furnace Halmahera Timur akan menambah total produksi nikel tahunan Antam dan diharapkan akan mendukung kinerja perusahaan. Penandatanganan dilakukan oleh Arie Prabowo Ariotedjo dengan Chairman and Director OENI Li Ping Sheng di hadapan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Pokok-pokok perjanjian pada kerja sama Antam dengan OENI, di antaranya Antam akan menjamin ketersediaan bijih nikel di proyek NPI Blast Furnace. Sedangkan, OENI akan memastikan pendanaan dan penyelesaian konstruksi tepat waktu.

Selain itu, emiten bersandi saham ANTM tersebut akan memperoleh kepemilikan sebesar 30% (free carry) sedangkan OENI sebesar 70%. Namun, Antam memiliki opsi untuk melakukan pembelian saham untuk menjadi mayoritas setelah 5 tahun operasi.

Proyek NPI Blast Furnace memiliki total kapasitas produksi mencapai 320.000 ton NPI (TNPI) atau setara dengan 30.000 ton nikel (TNi) yang terdiri dari 8 line. Total investasi mencapai US$320 juta setara dengan Rp4,89 triliun (kurs Rp15.300 per dollar AS).

Dua line pertama diharapkan dapat memulai produksi pada kuartal 4 tahun 2020. Sedangkan, secara keseluruhan ditargetkan beroperasi tahun 2023.

Proyek NPI Blast Furnace akan menambah portofolio kelolaan smelter Antam selain pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara berkapasitas 27.000-30.000 TNi serta Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur berkapasitas 13.500 TNi.

Di saat yang sama juga dilakukan penandatanganan Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Kalimantan Barat antara Managing Director PT Inalum (Persero), Oggy A Kosasih dengan Presiden Direktur Aluminum Corporation of China Ltd (CHALCO) Hongkong, Li Wangxing.

Diketahui, Antam dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) bersinergi untuk meningkatkan nilai tambah produk bauksit menjadi alumina.

Konstruksi proyek SGAR terdiri dari tahap 1 dan tahap 2 dengan total kapasitas produksi 2 juta ton alumina. Untuk tahap 1 (kapasitas 1 juta ton SGA) direncanakan peletakan batu pertama pada kuartal 4 tahun 2018. (Ant).


Berita Terkait