logo alinea.id logo alinea.id

AP II: Pertumbuhan penumpang mudik lebaran tumbuh 3,2%

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka pertumbuhan penumpang di tahun ini relatif kecil. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 17 Mei 2019 11:35 WIB
AP II: Pertumbuhan penumpang mudik lebaran tumbuh 3,2%

Angkasa Pura II memperkirakan pertumbuhan penumpang selama periode mudik lebaran ini hanya tumbuh sebesar 3,2%. 

Kendati demikian, prediksi ini belum mempertimbangkan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) yang baru diberlakukan, seiring terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

"Dengan ada penurunan TBA, kami akan kaji ulang. Kami coba hitung lagi," kata Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko Murdjatmojo saat diskusi santai dengan media di Pelataran Menteng, Jakarta, Kamis (16/5).

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka pertumbuhan penumpang di tahun ini relatif kecil. 

"Kami berkaca pada tahun kemarin. Dibandingkan tahun-tahun yang lalu ada penurunan, biasanya kan pertumbuhannya 5,6%, bahkan ada hingga 12%. Semoga ada perbaikan. Setelah TBA turun, nanti kami hitung ulang," ujarnya. 

Sementara itu, sebanyak 3.913 jadwal penerbangan dibatalkan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, selama kenaikan tiket periode Januari sampai April 2019. Akibatnya, PT Angkasa Pura II rugi miliaran rupiah.

Executive General Manager Bandara SMB II, Fahroji, Kamis, di Palembang, mengatakan pergerakan pesawat dan penumpang domestik maupun internasional mengalami penurunan rata-rata 25% selama periode tersebut.

"Penumpang akhir-akhir ini turun akibat kenaikan tiket pesawat, kami sejauh ini hanya bisa memantau, karena harga tiket itu kewenangan maskapai," kata Fahroji.

Sponsored

Selama periode Januari-April 2019, pergerakan penumpang di Bandara SMB II totalnya 1.274.888 orang, jumlah tersebut turun jika dibandingkan periode yang sama pada 2018, yakni 1.666.675 orang, artinya terdapat penurunan 391.787 penumpang.

Pergerakan pesawat selama periode Januari-April 2019 jumlahnya sebanyak 11.703 dari 15.616 jadwal yang sudah ditetapkan, setidaknya 1.000 penerbangan dibatalkan setiap bulan.

Akibat penurunan itu, Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara SMB II Palembang mengaku rugi hingga Rp3 miliar per bulan, namun fenomena mudik Lebaran masih diharapkan bisa menambal kerugian tersebut.

"Maskapai baru saja menurunkan harga tiket sebesar 15%, semoga saja bisa meningkatkan pergerakan penumpang, apalagi menjelang mudik," ujar Fahroji.

Pendapatan perusahaan tumbuh 1,5%

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pendapatan perusahaan di kuartal pertama 2019 hanya tumbuh di angka 1,5%. 

"Kalau dari revenue tidak terlalu besar, padahal tahun lalu bisa dua digit," ucapnya.

Pertumbuhan pendapatan di periode ini, selain dipengaruhi oleh mahalnya harga tiket, juga terpapar oleh selesainya proyek infrastruktur jalan seperti ruas tol. 

"Akhirnya orang beralih ke transportasi darat. Ini akan menciptakan keseimbangan baru," jelasnya. 

Untuk menutupi penurunan revenue di tahun ini, ia telah memiliki strategi lainnya, dengan mengkompensasi penurunan pendapatan dari inorganic way bisnis. 

Inorganic way sendiri mengacu pada skema bisnis yang dijalankan PT Angkasa Pura II, berkaitan dengan strategic partnership, akuisisi dan merger, juga pengembangan bisnis baru. (Ant)