sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Apkasi gandeng Bukalapak bawa UKM 416 kabupaten go online

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggandeng unicorn Bukalapak membawa UKM di 416 kabupaten go online.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 06 Jul 2019 05:43 WIB
 Apkasi gandeng Bukalapak bawa UKM 416 kabupaten go online

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggandeng unicorn Bukalapak membawa UKM di 416 kabupaten go online.

Ketua Apkasi Abdullah Azwar Anas mengatakan tak kurang dari 416 kabupaten yang tergabung sebagai anggota memiliki potensi usaha kecil dan menengah (UKM) yang perlu dibantu pemasarannya. 

"Saya melihat Bukalapak ini sudah teruji sistemnya, sementara Apkasi memiliki potensi komoditas yang tersebar di seluruh nusantara," ujar Bupati Banyuwangi ini dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Jumat (5/7).

Ia mengatakan, untuk dapat tumbuh bersama dengan iklim dunia digital seperti sekarang ini diperlukan adanya kolaborasi antar pihak. 

"Sekarang ini eranya kolaborasi dan tidak perlu kita membangun sistem secara sendiri-sendiri," tambahnya.

Pada saat bersamaan CEO Bukalapak, Achmad Zaky menyambut baik ajakan tersebut. Ia mengatakan, saat berkeliling mengunjungi stan masing-masing daerah, ia melihat banyak komoditas unggulan yang potensial untuk dikembangkan. 

"Saya sudah berkeliling, saya melihat begitu banyak potensi komoditas yang bagus-bagus. Sangat sayang kalau ini tidak dipasarkan secara online agar masyarakat banyak mengetahuinya," katanya menimpali. 

Zaky melanjutkan, saat ini pihaknya tengah berencana menggarap sektor UKM untuk dipasarkan ke kancah global. Ia mengatakan, ini akan menjadi pengalaman yang baik bagi para pelaku UKM menjual barangnya ke luar negeri. 

Sponsored

"Kami melihat potensi pemasaran ke negara-negara lain, dalam jangka pendek negara-negara di Asean dulu, Insha Allah bisa ditembus. Ini akan memberikan pengalaman kepada pelaku UKM untuk bisa melakukan perdagangan ekspor ke luar negeri," ucapnya.

Untuk menunjukan komitmen serius di antara keduanya, Azwar Anas mengatakan, dalam waktu dekat akan dilangsungkan rapat koordinasi antar kedua pihak. 

Selain itu, Apkasi juga tengah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan wisata lintas batas negara (crossborder tourism), homestay, dan desa wisata.

Anas menjelaskan, pengembangan kolaborasi pariwisata ini bagian dari strategi mendorong kemajuan seni-budaya daerah. 

"Karena semakin kuat konten kearifan lokalnya, semakin kuat pula daya tariknya untuk pengunjung," imbuh Anas.

Untuk wisata lintas batas negara, ia melanjutkan, sudah menyampaikan kepada Menteri Pariwisata untuk menjadikan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pilot project-nya.

Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut oleh Apkasi karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

"Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Prancis misalnya, sekitar 50% wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya. Di Belgia sekitar 51%, di Thailand sekitar 45%, di Malaysia angkanya lebih tinggi lagi di mana sekitar 60% wismannya berasal dari negara tetangganya," terang Anas.

Untuk desa wisata, Apkasi siap menyukseskan target 2.000 "desa wisata mandiri" yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia mengatakan, dari 83.000 desa di Indonesia, 10%-nya berpotensi menjadi desa wisata. 

Sementara untuk pemengambangan area homestay, katanya, fokusnya adalah mengadopsi konsep arsitektur lokal ke dalam desain bagunannya. 

"Ada bentuk arsitektur khas lokal yang diusung sehingga jadi daya tarik. Nah, itu akan dikerjasamakan Apkasi agar merata ke semakin banyak kabupaten di Tanah Air," tuturnya.

Berita Lainnya