logo alinea.id logo alinea.id

BI rate turun, kredit perbankan ditarget tumbuh 12%

Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia akan berdampak positif pada pertumbuhan kredit.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 23 Agst 2019 12:16 WIB
BI rate turun, kredit perbankan ditarget tumbuh 12%

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso perkirakan pertumbuhan kredit naik 12% sampai akhir tahun, setelah Bank Indonesia menurunkan BI rate 25 bps menjadi 5,5%.

Ia mengatakan biasanya penurunan BI rate juga akan diikuti dengan penurunan cost of fund. Ia juga berharap penurunan suku bunga penjaminan juga dapat segera dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 

"Sehingga bank-bank dalam memetakan suku bunganya dapat lebih rendah," katanya dalam acara Capital Market Summit Expo (CMSE), di Jakarta, Jumat (23/8).

Dia melanjutkan, dengan demikian, akan ada penurunan cost of fund perbankan. Dengan asumsi margin yang sama, suku bunga kredit dapat turun karena deposito juga akan turun.

"Ini akan memberikan sinyal positif kepada para pengusaha untuk segera melakukan investasi dengan menggunakan dana-dan perbankan maupun pasar modal," ujarnya.

Dengan penurunan suku bunga kredit, lanjut Wimboh, juga akan berdampak pada penurunan pengembalian investasi (yield) dalam instrumen fix income yang dijual di pasar modal.

"Dengan turunnya yield, tentunya para investor akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar," ucapnya.

Meski belum dapat memastikan kapan LPS akan menurunkan suku bunga penjaminan, namun Wimboh memperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.  

Sponsored

"Biasanya lebih cepat karena LPS bulan lalu waktu penurunan 25 bps juga segera menurunkan suku bunga penjaminan terutama deposito yang berdurasi 1 bulan," katanya.

Sedangkan untuk deposito berjangka waktu tiga bulan menunggu waktu jatuh tempo, dan kemudian suku bunganya disesuaikan. 

"Karena mayoritas deposito kita jangka pendek. Kita harapkan segera," tuturnya. 

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik penurunan BI rate tersebut. Menurunnya BI rate memang harus diturunkan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Karena orang mulai khawatir kalau nggak seperti itu bisa terlambat dari negara lain," ucapnya.

Ia pun berharap dengan penurunan tersebut akan mendorong pertumbuhan investasi dan meningkatkan ekspor Indonesia

"Ya kalau dengan penurunan itu inginnya investasi bertambah, ekspornya bertambah, CAD-nya turun," katanya.

Namun ia mengatakan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi akan berjalan secata bertahap.

"Dampaknya ya ada tapi tidak langsung, bertahap," tuturnya.