sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

CORE prediksi laju perekonomian kuartal I-2021 minus 1%

Ekspansi ekonomi baru akan terjadi pada kuartal kedua, dan pada kuartal dua tersebut CORE memperkirakan laju perekonomian akan melonjak.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 27 Apr 2021 16:23 WIB
 CORE prediksi laju perekonomian kuartal I-2021 minus 1%

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 masih terkontraksi sebesar 1%-0,5%.

"Empat bulan terakhir kita proyeksikan kuartal I-2021 masih negatif tetapi lebih tipis -1% sampai -0,5%," kata Direktur CORE Indonesia Mohammad Faisal dalam acara Mendobrak Inersia Pemulihan Ekonomi di Jakarta, Selasa (27/4).

Ekspansi ekonomi baru akan terjadi pada kuartal kedua, dan pada kuartal dua tersebut CORE memperkirakan laju perekonomian akan melonjak hingga berada di level 4%-5%. Sehingga, sepanjang tahun diperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 3%-4%. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih berada di bawah target pemerintah sebesar 4%-5,3% karena belum pulihnya konsumsi rumah tangga. Padahal, konsumsi menjadi katalis utama pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Konsumsi rumah yang jadi penyumbang terbesar PDB, pemulihannya sangat lambat walaupun ekspor tumbuh tinggi," ujarnya.

Mobilitas masyarakat yang terlihat meningkat dalam empat bulan terakhir ini, ucapnya, ternyata tidak mampu mendorong pertumbuhan konsumsi secara maksimal. Indeks penjualan riil pada kuartal I-2021 masih terjadi kontraksi sebesar 17% (yoy) dan pergerakan inflasi rendah.

“Bahkan di Maret untuk pertama kalinya sejak awal 2020 itu masuk ke zona negatif atau deflasi minus 0,03%. Jadi belum terlihat indikasi peningkatan dari sisi konsumsi yang cukup kuat,” ucapnya.

Selain itu, konsumsi perumahan dan properti juga masih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum terjadinya pandemi Covid-19, terutama untuk KPR, KPA, dan real estat.

Sponsored

Lalu, peningkatan penjualan kendaraan bermotor karena relaksasi PPnBM diperkirakan juga akan mulai turun seiring susutnya diskon. Saat ini diperkirakan peningkatan penjualan periode April dan Mei sebesar 11%.

“Ini bisa meningkatkan penjualan pada tahun ini tetapi ketika masa diskonnya habis kita perkirakan akan kembali ke kondisi semula sebelum diberikan stimulus. Kontribusinya juga relatif kecil hanya sekitar 3%,” tuturnya.

Berita Lainnya