sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ramadan di tengah pandemi, BPS catat inflasi Mei hanya 0,07%

Inflasi pada bulan Mei jauh lebih kecil ketimbang saat Idulfitri tahun lalu.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 02 Jun 2020 12:21 WIB
Ramadan di tengah pandemi, BPS catat inflasi Mei hanya 0,07%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 75699
Dirawat 36455
Meninggal 3607
Sembuh 35638

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada bulan Mei 2020 sebesar 0,07%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi saat hari raya Idulfitri tahun 2019 yang jatuh pada bulan Juni, mencapai 0,55%.

Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual dari Jakarta mengatakan inflasi pada bulan Mei ini jauh lebih kecil ketimbang saat Idulfitri tahun lalu.

"Kami semua menyadari situasi tahun ini tidak biasa karena ada Covid-19 dan kejadian lainnya. Itu yang menyebabkan inflasi pada Ramadan ini berbeda jauh daripada sebelum-sebelumnya," kata Suhariyanto, Senin (2/6).

Suhariyanto menuturkan, pada bulan Ramadan dan saat Idulfitri biasanya permintaan akan meningkat, sehingga angka inflasi tinggi. Namun, tahun ini inflasi tinggi tak terjadi karena ada kejadian tidak biasa.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10%; serta kelompok kesehatan sebesar 0,27%.

Kelompok transportasi juga mengalami kenaikan sebesar 0,87%. Lalu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,06%; kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,08%; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12%.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,32%. Untuk kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan. 

Dari 90 kota yang dipantau oleh BPS, tercatat 67 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan, Bangka-Belitung sebesar 1,20%. Inflasi tersebut terjadi akibat kenaikan harga daging ayam ras, ikan, dan bawang merah. Adapun inflasi terendah terjadi di Tanjung Pinang, Bogor, dan Madiun sebesar 0,01%.

Sponsored

Sebanyak 23 kota tercatat mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Luwuk, Sulawesi Tengah sebesar -0,39%. Adapun deflasi terendah terjadi di Manado sebesar -0,01%.

BPS juga merekam angka tingkat inflasi secara tahun kalender dari Januari ke Mei 2020 sangat rendah mencapai 0,90%. Untuk inflasi secara tahun ke tahun (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 2,19%.

Berita Lainnya