sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Faisal Basri: UMKM butuh akses ke rantai pasok global

Pemerintah harus membuka pasar dalam negeri bagi UMKM luar negeri, agar akses kepada rantai pasok global terbuka

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 25 Apr 2020 07:51 WIB
Faisal Basri: UMKM butuh akses ke rantai pasok global
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling terpukul akibat krisis yang dipicu pandemi Covid-19, berbeda dengan krisis 1997 di mana UMKM menjadi penopang perekonomian.

Menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri, kondisi seperti saat ini harus diantisipasi ke depannya. Masalah utama yang dihadapi oleh UMKM, katanya, adalah kurangnya akses kepada rantai pasok global.

Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah membuka pasar dalam negeri bagi UMKM luar negeri, agar akses kepada rantai pasok global terbuka, dan tidak hanya bersandar kepada pasokan dari China saja.

"Kita gelontorkan dana buat UKM terus, tetapi akses kepada global value chain-nya tidak dibuka. Kejadian sekarang. Dengan disruption global value chain, industri harusnya sadar tidak bisa hanya mengandalkan China," katanya dalam video conference, Jumat (24/4).

Selain membuka akses kepada rantai pasok global, sasaran utamanya adalah menciptakan pemusatan barang-barang produksi (convergent components) yang belum dihasilkan di dalam negeri.

"Misalnya Jepang. Mereka itu akan boyongan. Tidak seperti Mitsubishi, Toyota kalau datang ke Indonesia bikin cabang, kalo si UKM ini, mereka bedol negara. Jadi usahanya di Jepang mereka tutup, pindah ke Indonesia," ujarnya.

Di samping itu, dengan pembukaan produksi baru di Indonesia akan meningkatkan serapan tenaga kerja dalam negeri. Oleh karena itu, menurut Faisal bentuk bantuan yang paling baik adalah membuka akses UMKM ke pasar internasional, bukan hanya sekedar bantuan dana.

"Mereka tidak akan bawa buruhnya. Mereka akan pakai buruh di Indonesia. Mereka akan mencari partner lokal, dan akan mencari UKM kita. Jadi UKM itu enggak sekedar dikasih dana tanpa muatan supply chain," tukasnya.

Sponsored
Berita Lainnya