sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Formula E di Jakarta, Jakpro butuh duit ratusan miliar

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengaku akan mengebut pembangunan infrastruktur Formula E setelah uang Pernyataan Modal Daerah (PMD) cair.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 22 Agst 2019 05:04 WIB
Formula E di Jakarta, Jakpro butuh duit ratusan miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengaku akan mengebut pembangunan infrastruktur Formula E setelah uang Pernyataan Modal Daerah (PMD) cair dari Pemprov DKI Jakarta.

Direktur Utama PT Jakarta Properti Dwi Wahyu Daryanto mengaku memiliki tenggat waktu dalam pengerjaan infrastruktur tersebut. Tenggat waktu itu telah ditentukan oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA).

"Maret tahun depan selesai. Kan ketentuannya dua bulan sebelum acara," kata dia di Jakarta, Rabu (21/8).

Dwi menyebut, apabila uang PMD tersebut belum cair, maka Jakpro akan mencari alternarif untuk pembiayaan pembangunan tersebut. 

Dwi menyebut bahwa dana tersebut diajukan dalam APBD 2020. "Kalau enggak cepat cair, kami pakai bridging finance dengan Bank DKI atau apa. Jadi, kita cari jalan keluar," kata Dwi.

Sebagai informasi, BUMD milik Pemprov DKI ini telah ditunjuk untuk membenahi infrastruktur pertandingan Formula E di Ibu Kota pada 2020. "Kami mengurus infrastruktur dan main event-nya saja," ujar dia.

Untuk dapat mengerjakan penugasan tersebut, Jakpro mengajukan suntikan dana berupa penyertaan modal daerah (PMD) sebanyak Rp305,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020. Anggaran telah diajukan dalam KUA-PPAS untuk rancangan APBD DKI 2020.

Suntikan PMD sebesar Rp305,2 miliar digunakan untuk sejumlah hal. Pertama, Rp5 miliar untuk pre-feasibility study (FS) dan research and development (R&D). Kedua, sebesar Rp112 miliar untuk civil works dan perbaikan jalan raya. 

Sponsored

Ketiga, Rp48 miliar untuk dinding dan pagar. Keempat, Rp67,2 miliar untuk pembuatan trek dan jalur balap.

Kelima, sebesar Rp10 miliar untuk layanan umum, seperti keamanan, kebersihan, pengelolaan sampah, toilet, manajemen lalu lintas, dan layanan parkir. Keenam, Rp6 miliar untuk honor tim pelaksana lokal. Honor itu ditujukan untuk 50 orang selama 12 bulan, sebagai informasi Honor tiap orang Rp10 juta per bulan.

Ketujuh, sebesar Rp25 miliar untuk biaya tak terduga. Kedelapan, Rp32 miliar untuk safety dan race materials.

Berita Lainnya