logo alinea.id logo alinea.id

Gelar GIIAS, Astra Financial bidik Rp1 triliun

Astra Financial membidik transaksi hingga Rp1 triliun dalam Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 15 Jul 2019 18:51 WIB
Gelar GIIAS, Astra Financial bidik Rp1 triliun

Astra Financial membidik transaksi hingga Rp1 triliun dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

PT Sedaya Multi Investama alias Astra Financial merupakan anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) kembali menjadi penyelenggara GIIAS 2019. Perseroan membidik 5.000 aplikasi pembiayaan untuk semua merek mobil pada GIIAS tahun ini. 

GIIAS 2019 digelar selama 10 hari pada 18-28 Juli 2019. Tahun ini, Astra menjadi sponsor utama untuk kedua kalinya.

Project Director GIIAS 2019 Gunawan Salim mengatakan pada GIIAS tahun lalu, Astra Finansial menargetkan 4.000 aplikasi pembiayaan. Gunawan melanjutkan pihaknya optimistis target sejumlah 5.000 aplikasi pembiayaan ini tercapai karena kegiatan politik seperti pemilu sudah lewat. 

Untuk mencapai targetnya tahun ini, Astra Financial telah menyiapkan beberapa program melalui beberapa anak usahanya. 

"Pertama dari Toyota Astra Financial (TAF) dan Astra Credit Company (ACC) menghadirkan bunga spesial mulai dari 0% untuk setiap surat pemesanan kendaraan," kata Gunawan dalam konferensi pers di Menara Astra, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Sementara dari pembiayaan sepeda motor yang juga ikut berpameran di GIIAS, Direktur Marketing FIF GROUP Antony Sastro Jopoetro mengatakan FIF GROUP akan menghadirkan program berupa bunga 0% dan uang muka (down payment/DP) mulai dari 20% serta hemat angsuran hingga Rp3,5 juta.

"Program bunga 0% akan kita lebih tonjolkan agar minat masyarakat mengambil kredit banyak di GIIAS," ujar Antony.

Sponsored

Antony menargetkan pada GIIAS tahun ini pembiyaan motor minimal ada 125 SPK pengajuan kredit (PK) dengan nilai 125 dikali Rp17 juta. Target ini meningkat dari tahun lalu sebanyak 100 PK.

"Yang di Surabaya dapat 60 aplikasi dengan nilai 60 kali Rp17 juta. Target FIF sampai akhir tahun total 1,58 juta unit," ujar Antony. 

Antony pun mengatakan secara tahunan pertumbuhan pembiayaan kredit tergolong kecil, hanya 2,5%-3,5%. Antony menduga hal ini disebabkan karena adanya DP minimal 20% yang membuat konsumen lebih selektif.