sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gubernur BI: Inflasi Juni turun, kepercayaan investor meningkat

Inflasi minggu ketiga Juni 2019 mengalami penurunan menjadi 0,53% (month on month).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 21 Jun 2019 16:45 WIB
Gubernur BI: Inflasi Juni turun, kepercayaan investor meningkat

Bank Indonesia menyatakan tingkat inflasi minggu ketiga Juni 2019 mengalami penurunan menjadi 0,53% (month on month) dibandingkan dengan Mei yang tercatat 0,63%. Sementara untuk tahun ke tahun (year on year) inflasi Juni sebesar 3,26%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penurunan inflasi ini masih disumbang oleh fluktuasi harga bahan pokok (volatile food) dan transportasi selama Idulfitri 2019.

“Penyumbangnya masih sama, masih berkaitan dengan Idulfitri. Masih cabai merah, angkutan antar kota, juga daging ayam, beberapa bahan makanan, termasuk bawang putih,” kata Perry di Jakarta, Jumat (21/6). 

Persepsi investor asing meningkat

Dengan kondisi yang demikian, kata Perry, persepsi investor asing terhadap Indonesia membaik. Bahkan, jika dilihat dari indikator credit default swap (CDS), jelas dia, juga terjadi penurunan dari 101,94 menjadi 87,9.

“Artinya kepercayaan investor asing semakin membaik terhadap Indonesia,” tuturnya.

Aliran modal asing juga terus masuk. Jika mengacu pada year to date (YTD) Jumat (21/6) angkanya mencapai Rp130,24 triliun. Proporsinya terbagi untuk surat berharga negara (SBN) sebesar Rp72,96 triliun dan saham sebesar Rp58,95 triliun.

“Dalam minggu terakhir investor asing memang net beli karena ada lelang dari SBN,” ucapnya.

Sponsored

Perry juga mengatakan, untuk minggu ini juga akan ada aliran modal asing yang terus masuk. Berdasarkan data transaksi tertanggal 17 hingga 20 Juni, aliran modal asing ke pasar Indonesia tercatat Rp23,67 triliun.

“Di antaranya disumbang oleh SBN sebesar Rp22,66 triliun,” ujarnya.

Ia juga memaparkan, nilai tukar rupiah mencatatkan perkembangan yang positif. Bahkan, sehari sebelumnya atau 20 Juni 2019, rupiah sempat menguat Rp 14.180 per dollar.

“Bahkan hari ini sempat turun di bawah Rp14.100 meski detik ini sedikit di atas Rp14.100,” ucapnya.

Menguatnya harga rupiah, kata Perry, didukung oleh masuknya aliran modal asing yang cukup besar ke dalam negeri. Di samping itu, penguatan rupiah juga didorong faktor turunnya persepsi risiko dan upaya stabilitas nilai tukar yang dilakukan pemerintah.

“Aliran modal asing masuk semakin tinggi, persepsi resiko atau prospek terhadap ekonomi Indonesia yang membaik, dan langkah-langkah kita untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” tuturnya.