sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Impor Indonesia pada Juni turun 20,7%

Penurunan impor pada Juni 2019 disebabkan oleh merosotnya nilai impor migas dan nonmigas.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 15 Jul 2019 14:50 WIB
Impor Indonesia pada Juni turun 20,7%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai impor Indonesia Juni 2019 mencapai US$11.583,8 juta atau turun 20,70% dibanding Mei 2019 sebesar US$3.022,9 juta. Penurunan impor ini disebabkan oleh merosotnya nilai impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar US$469,2 juta (21,50%) dan US$2.553,7 juta (20,55%). 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penurunan impor migas dipicu oleh turunnya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah US$237,9 juta (36,86%), hasil minyak US$180,2 juta (14,21%), dan gas US$51,1 juta (19,02%).

"Kalau dijumlahkan per Januari–Juni 2019 adalah US$82.258,2 juta atau turun 7,63%
(US$6.793,4 juta) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada  impor migas dan nonmigas masing-masing US$3.171,6 juta (22,55%) dan US$3.621,8 juta (4,83%)," kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/7). 

Lebih lanjut, menurutnya,  penurunan impor migas disebabkan karena turunnya impor seluruh komponen migas, diantaranya minyak mentah US$1.899,9 juta (41,49%), hasil minyak US$1.192,1 juta (14,75%) dan gas US$79,6 juta (5,68%).

"Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Agustus 2018 dengan nilai mencapai US$3.045,7 juta dan terendah terjadi pada Maret 2019 sebesar US$1.520,8 juta,” kata dia.

Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi tercatat di Juli 2018, yaitu US$15.637,1 juta dan terendah di Juni 2018 dengan nilai US$9.126,9 juta.

Dibanding bulan sebelumnya, volume impor Juni 2019 turun 30,56% (4,5 juta ton) yang disebabkan oleh turunnya volume impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 12,62% (463.800 ton) dan 36,50% (4,04 juta ton). 

Suhariyanto mengatakan untuk penurunan volume impor migas disebabkan oleh turunnya volume impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah 32,29% (386,3 ribu ton), hasil minyak 3,66% (72.000 ton), dan gas 1,08% (5.500 ton). 

Sponsored

Melihat dari Volume impor per Januari–Juni 2019 mengalami penurunan 3,47% (2,8 juta ton) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh turunnya volume impor migas sebesar 16,43% (3,9 juta ton), walaupun volume impor nonmigas naik 1,88% (1,08 juta ton).

"Rata-rata harga agregat barang impor Indonesia Juni 2019 naik 14,21% terhadap 
Mei 2019," katanya.  

Peningkatan tersebut disebabkan oleh naiknya harga agregat barang impor nonmigas sebesar 25,11% walaupun harga agregat barang impor migas turun 10,16%. Demikian pula jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, rata-rata harga agregat barang impor Indonesia Juni 2019 naik 3,05%.

Untuk tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama periode Januari–Juni 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$20,63 miliar (28,91%), Jepang US$7,66 miliar (10,73%), dan Thailand US$4,62 miliar (6,48%). Impor nonmigas dari ASEAN 19,44%, sementara dari Uni Eropa 8,20%. 

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Riset : Fultri Sri Ratu Handayani

Berita Lainnya