sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jepang surati RI, minta keran ekspor batu bara kembali dibuka

Jepang menyebut, akan sangat menghargai pemerintah Indonesia jika memberikan perhatian yang layak pada masalah yang dihadapi Jepang

Anisatul Umah
Anisatul Umah Kamis, 06 Jan 2022 12:46 WIB
Jepang surati RI, minta keran ekspor batu bara kembali dibuka

Kebijakan pemerintah melarang ekspor batu bara terhitung sejak 1-31 Januari 2022 membuat pusing negara yang mengimpor batu bara dari RI. Jepang misalnya, negara ini melayangkan surat protes ke pemerintah RI dan meminta keran ekspor dibuka kembali.

Surat dari Kedutaan Jepang untuk Indonesia ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Japan to the Republic of Indonesia Kanasugi Kenji dalam surat menyampaikan rasa keprihatinan atas larangan ekspor batu bara ini.

"Kapal-kapal yang telah menyelesaikan penanganan kargo tidak dapat meninggalkan pelabuhan sejak 1 Januari," tulisnya dalam surat dikutip, Kamis (6/1).

Menurutnya industri Jepang secara teratur mengimpor batu bara dari Indonesia untuk pembangkit listrik dan manufaktur sekitar 2 juta ton per bulan. Larangan ekspor ini dia sebut berdampak serius pada kegiatan ekonomi Jepang dan kehidupan sehari-hari.

Dia menjelaskan, batu bara yang diimpor Jepang dari Indonesia adalah HCV (High Calorific Value). Batu bara ini berbeda dengan batubara LCV (Low Calorific Value), yang dibeli secara eksklusif oleh PT PLN (Persero).

"Artinya, ekspor HCV ke Jepang tidak berdampak signifikan terhadap pasokan batubara untuk PLN. Oleh karena itu, saya ingin meminta agar larangan ekspor batu bara ke Jepang segera dicabut," pintanya.

Lebih lanjut Kenji mengatakan saat ini ada lima kapal yang memuat batu bara untuk Jepang sedang menunggu keberangkatan.

Sponsored

"Saya juga ingin mengatur secara khusus agar izin keberangkatan untuk kapal-kapal yang siap berangkat segera diterbitkan," paparnya.

Pihaknya menyebut akan sangat menghargai pemerintah Indonesia jika memberikan perhatian yang layak pada masalah yang dihadapi Jepang saat ini.

Dia berharap akan ada diskusi praktis dengan komunitas bisnis Jepang untuk memelihara dan mengembangkan lebih lanjut hubungan ekonomi yang baik antara Jepang dan Indonesia.

Berita Lainnya