sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi heran WNI berbondong-bondong liburan ke luar negeri saat krisis global

"Bisa defisit ini wisata kita," katanya. "Hati-hati, devisa kita bisa lari lagi kalau caranya kita tidak rem."

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Kamis, 29 Sep 2022 17:16 WIB
Jokowi heran WNI berbondong-bondong liburan ke luar negeri saat krisis global

Presiden Joko Widodo (Jokowi) heran dengan banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berlibur ke luar negeri. Padahal, tengah terjadi krisis global.

"Kenapa dalam situasi krisis global seperti ini malah berbondong-bondong ke luar negeri?" tanya Jokowi dalam pengarahan kepada para menteri/kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan BUMN, hingga pangdam, kapolda, dan kajati di Jakarta, Kamis (29/9).

Jika hal tersebut terus terjadi, Jokowi menilai, sektor wisata nasional bakal defisit. Apalagi, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indoensia belum meningkat.

"Bisa defisit ini wisata kita," katanya. "Hati-hati, devisa kita bisa lari lagi kalau caranya kita tidak rem."

Menurut Jokowi, seharusnya kunjungan ke luar negeri dilakukan jika bermanfaat bagi Indonesia. Dicontohkan 
dengan pengalamannya.

"Saya diundang ke luar negeri itu mungkin setahun bisa lebih dari 20 undangan, saya datang paling 2 atau 3, betul-betul saya rem. Ini ada manfaat konkret ndak, sih? Karena juga keluar uang kita ke luar [negeri] itu. Jadi, hal-hal yang seperti itu rem, rakyat juga kita beritahu," tuturnya.

Jokowi lantas menyerukan para kepala daerah agar mendorong warganya berpelesiran di dalam negeri. Alasannya, banyak daerah wisata menarik di Indonesia, seperti Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Toba, Raja Ampat, Bromo, Yogyakarta, Bangka Belitung, Borobudur, Jakarta, dan lain-lain.

"Sekali lagi, tolong masyarakat diajak, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota. Ajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri saja," tandasnya, menukil situs web Sekretariat Kabinet (Setkab).

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid