sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenperin: Industri kreatif penggerak perekonomian nasional

Bidang kreatif yang bisa dikembangkan oleh generasi milenial adalah kriya dan fesyen.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Sabtu, 01 Des 2018 21:00 WIB
Kemenperin: Industri kreatif penggerak perekonomian nasional

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengatakan, industri kreatif akan menjadi penggerak perekonomian nasional.

Menurut Gati, dalam tiga tahun terakhir, industri kreatif mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada 2015, sektor ini menyumbang Rp852 triliun. Pada 2016, mencapai Rp923 triliun. Sedangkan, pada 2017 bertambah menjadi Rp990 triliun.

“Industri kreatif adalah tulang punggung bagi perekonomian Indonesia,” kata Gati, dalam keterangan persnya, Sabtu (1/1).

Gati mengatakan, bidang kreatif yang bisa dikembangkan oleh generasi milenial adalah kriya dan fesyen. Industri fesyen, kata Gati, memiliki potensi yang sangat besar, dengan target pasar dalam negeri maupun luar negeri.

“Industri fesyen kita memiliki kualitas dan kompetitif di pasar internasional. Kami juga menargetkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen dunia. Dan, ingin menjadi kiblat busana muslim global pada 2020,” kata dia.

Keunggulan produk fesyen nasional di kancah global juga tercermin dari nilai ekspor pada 2017, yang mencapai USD13,29 miliar atau meningkat 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, kata Gati, para pelaku industri kreatif masih didominasi oleh rentang usia di antara 30-59 tahun. Untuk itu, perlu peningkatan pengusaha muda kreatif di tengah era ekonomi digital.

“Dengan potensi bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia, sudah selayaknya mendorong generasi milenial untuk lebih produktif,” katanya.

Sponsored

Untuk mencapai sasaran tersebut, Kemenperin juga menggelar Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) sebagai bagian dari program Bali Creative Industry Center (BCIC).

“IFCA diselenggarakan untuk menyaring desainer muda dalam bidang kriya dan fesyen yang akan menjadi motor penggerak industri kreatif nasional. Sasaran program ini adalah yang berusia di bawah 30 tahun,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kemenperin menargetkan pendapatan dari industri kreatif mencapai Rp1.000 triliun hingga akhir 2018 ini.

Berita Lainnya